Rabu, 02 September 2020

KISAH DZULJANAH KUDA KESAYANGAN AL-HUSEIN, PERINGATAN HARI 10 MUHARRAM

 ๐Ÿฆ„ KISAH DZULJANAH KUDA KESAYANGAN AL-HUSEIN, 

PERINGATAN HARI 10 MUHARRAM๐Ÿฆ„



๐Ÿ•ธ

Assalamu'alaikum wr wb.. 

Dzuljannah adalah nama kuda Imam Husain as yang diberikan Rasulullah saw untuk menemani Al Husain di Karbala 


๐Ÿ’Œ Diriwayatkan :


Ketika Husain masih kecil, ia pernah pergi ke kandang Dzuljannah dan memperhatikannya. Dzuljannah adalah kuda stallion putih yang gagah dan kuat, yang dimiliki oleh seorang Arab, bernama Haris. Nama asli Dzuljannah adalah Murtajiz dan Maimun, dinamakan Dzuljannah karena suara ringkikannya merdu, nyaring dan melengking, sehingga membedakannya dari kuda yang lain.


Melihat cucunya memperhatikan dengan seksama kuda itu dan seakan sedang terjadi percakapan yang misterius, Nabi saw kemudian bertanya: 


"Husain-ku sayang, inginkah kamu menaiki kuda itu?"


Husein Menjawab : 


"Ya Kakek, aku mau."


Nabi saw lantas meminta agar kuda itu diberi pelana. Ketika Husain mendekat, tiba-tiba kuda itu merunduk seakan duduk diatas tanah agar memudahkan anak itu menungganginya. Nabi saw kemudian membeli kuda itu dari Haris untuk cucunya.


Para sahabat yang hadir melihat kejadian tersebut merasa senang melihat cucu Nabi saw menunggangi kuda itu, dan kuda itupun sangat memperhatikan penunggangnya. 


Ketika Nabi saw melihat kejadian ini, air mata beliau pun mulai mengalir di pipinya. Seketika pertemuan berubah menjadi kesedihan dan para sahabat mulai mencucurkan air mata.


Salah satu dari mereka bertanya kepada Nabi SAW : 


"Hari ini adalah suasana gembira melihat cucumu berada diatas punggung kuda, tapi mengapa engkau menangis?"


Nabi saw menjawab: 


"Kalian tidak akan membayangkan apa yang telah kulihat. Adegan itu sangat jelas di depan mataku, karena Murtajiz yang anggun ini telah memanggul cucu tersayangku di punggungnya dengan hati-hati dengan menekuk keempat kakinya. 


Kelak, akan datang saatnya ketika cucuku tidak akan mampu menjaga dirinya di atas pelana karena kondisinya yang terluka parah dan kuda yang sangat anggun ini, Murtajiz, akan menurunkan cucuku di atas pasir gurun yang membakar padang Karbala dengan perhatian yang sama, menekuk keempat kakinya dan duduk di tanah, seperti yang baru dilakukannya."


Mendengar kisah sedih ini, pecahlah tangisan para sahabat.


๐Ÿ’Œ Saat peristiwa Karbala...


Pada hari ini Iman Husein cucu kesayangan Nabi dan keluarganya sekitar 70 orang di cincang rame rame oleh sekitar 300 orang utusan Yazid bin Muawiyah.


Seluruh keluarga Cucu kesayangan Nabi di tumpas KELOR termasuk perempuan anak anak bahkan bayi.

Tinggalah Sang Iman Husein sendiri. Iman Husein yang sangat disayang Nabi menjadi bulan bulanan ratusan tentara 


 Betapa kejinya mereka, betapa biadabnya mereka. Demi kekuasaan dunia buta mata dan hatinya sampai bangga berbuat begitu sadis terhadap cucu kesayangan Nabi.

Iman Husein dicincang bak binatan buruan. Kepalanya langsung dipenggal dan sangat dihinakan dengan bangganya.

Mayat mayat keluarga Iman Husein yang sudah tak berbentuk berserakan ditinggal begitu saja. Hanya Kepala Cucu kesayangan Nabi yang dicincang 


Kuda(kuda Arab berwarna putih berambut pirang) yang di tunggangi IMAM HUSEIN BIN ALI THALIB adalah bernama DZULJANAH , merupakan kuda ROSULLULAH SAW yang di berikan kepada HUSEIN ketika masih kecil .


Ketika IMAM HUSEIN tersungkur dan jatuh pada pertempuran karbala(680 M).

DZULJANAH jalan mengitarinya , melindungi junjungannya dari serangan musuh yang datang.ia mengusap kepala IMAM HUSEIN yang bersimbah darah dengan kepalanya.puluhan orang merangsek mendekati DZULJANAH .tapi ia dengan tegas mengibaskan kaki dan ekornya , bergeliat begitu perkasa ,sehingga beberapa orang dan kuda kuda lainnya jatuh binasa ,merasa aman DZULJANAH kembali kepada IMAM HUSEIN mengusap dan menghirup darah yang mengalir dari kepala IMAM HUSEIN ,ketika melihat IMAM sudah tidak bernyawa ,lalu ia melengking dengan keras ,jeritan , teriakan , kesedihan atas perpisahan nya.kemudian dengan cepat ia lari ke tenda perempuan dan anak-anak ,setelah itu DZULJANAH tidak pernah terlihat lagi ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Semoga Allah SWT merahmati cucu Baginda Rasulullah Saw.....IMAM HASAN DAN HUSEIN ... Dan Semoga kelak kita mendapatkan syafaat Rosulullah

.

.

.

Follow @ahlussunah._ .

.

#sufi #guru #guruzuhdianoor #guruzuhdiannor #guruzaini #gurubakhiet #guruudin #ppags_sekumpul #ppags #ppagz #ppagz_banjarmasin #aswaja #ahlusunnah #ahlusunnahwaljamaah #infobanjar #banjarinfo #pondok #darussalam #sholawat #pecintasholawat #pecintaquran #hadis #muhasabbahdiri #kata #gurusekumpul #arraudhah #sekumpul #mahabbahcinta #mahabbah #ahlussunah._

Pengajuan SKMT-SKBK oleh Guru Madrasah dari Madrasah Induk Negeri (Satminkal Negeri)

Pengajuan SKMT-SKBK oleh Guru Madrasah dari Madrasah Induk Negeri (Satminkal Negeri)

Perhatian !! Penerbitan SKBK bagi guru satminkal madrasah negeri dilakukan oleh Kepala Madrasah Negeri. Sedangkan bagi guru satminkal madrasah swasta dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota setempat.

Agar PTK dapat mengajukan Surat Keterangan Beban Kerja (SKBK), pastikan prosedur-prosedur berikut telah terpenuhi :

  1. Madrasah/Sekolah harus telah disetujui Ajuan Keaktifan Kolektifnya (telah menerima persetujuan keaktifan kolektif S25b)
  2. Melengkapi/mengisi Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) terlebih dahulu.

Berikut panduan singkat Cetak Ajuan Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) : 

    1. Login sebagai PTK/Admin pada layanan http://simpatika.kemenag.go.id/ LOGIN PTK-ADMIN
    2. Pilih layanan SIMPATIKA PTK
    3. Pada dasbor PTK, pilih menu SKBK & SKMT, akan ditampilkan halaman Ajuan & Pengesahan SKMT Anda.
      menu ajuan skmt ptk
    4. Untuk melihat Rekap Perhitungan Kelayakan Tunjangan Anda, klik pada madrasah/sekolah tempat Anda bertugas.
      klik lihat rekap
    5. Akan ditampilkan halaman Rekap Perhitungan Kelayakan Tunjangan Anda, klik OK untuk kembali. klik OK
    6. Selanjutnya, klik tombol Cetak Surat untuk mencetak SURAT KETERANGAN MELAKSANAKAN TUGAS PEMBELAJARAN/BIMBINGAN DAN TUGAS TERTENTU (SKMT).
      klik cetak surat
    7. Pada dialog baru yang muncul, klik tombol Cetak Surat Ajuan.
      klik tombol cetak surat ajuan
    8. Silakan Cetak Surat Ajuan dan serahkan ke Kepala Madrasah/Sekolah yang tertera di masing-masing surat. Berikut contoh surat SKMT yang akan dicetak.
      s29a
    9. Jika Anda juga bertugas pada sekolah non induk naungan Kemendikbud, serahkan surat FORMULIR PENILAIAN KINERJA GURU UNTUK SKMT TAMBAHAN (PENUNJANG S29) yang telah Anda cetak tersebut kepada kepala sekolah non induk yang bersangkutan untuk meminta penilaian dan persetujuan.
      s29a penunjang

Klik untuk melihat panduan Cetak SURAT AJUAN PENERBITAN SURAT KETERANGAN BEBAN KERJA (SKBK) >>>

Setelah Ajuan SKMT PTK Disahkan oleh Kepala Madrasah, PTK mencetak SURAT AJUAN PENERBITAN SURAT KETERANGAN BEBAN KERJA (SKBK), berikut panduannya :

  1. Pada dasbor PTK, pilih menu SKBK & SKMT, akan ditampilkan status ajuan Anda.
  2. Bagi PTK yang juga bertugas pada sekolah non induk naungan Kemendikbud, penilaian SKMT diisi mandiri oleh PTK yang bersangkutan berdasarkan hasil penilaian dan pengesahan dari Kepala Sekolah non induk tersebut. Klik pada sekolah non induk tersebut untuk mulai mengisi penilaian SKMT PTK pada sekolah non induk.
    klik pada sekolah non induk untuk mengisi nilai
  3. Pada kotak dialog yang muncul, isikan nilai sesuai dengan yang diperoleh dari hasil penilaian oleh kepala sekolah non induk.
    isi penilaian SKMT dan simpan
  4. Selanjutnya, periksa kembali isian penilaian SKMT yang telah Anda lakukan mandiri, jika telah sesuai klik CETAK.
    cek hasil isian skmt mandiri dan cetak
  5. Setelah Anda mencetak SKMT pada sekolah non induk tersebut, segera minta PENGESAHAN kepada Kepala Sekolah yang tercantum dihasil cetak. Berikut contoh surat hasil cetak REKAP HASIL PENILAIAN pada sekolah non induk Kemendikbud.
    lampiran s29c
  6.  Jika SKMT Anda telah disahkan, maka akan muncul tombol Cetak Pengantar, klik pada tombol tersebut untuk cetak pengantar ajuan SKBK Anda.
    klik tombol cetak pengantar skbk
  7. Pada kotak dialog yang muncul, klik tombol Cetak Surat Pengantar untuk mencetak SURAT AJUAN PENERBITAN SURAT KETERANGAN BEBAN KERJA (SKBK).
    klik tombol cetak surat pengantar skbk
  8. Serahkan SURAT AJUAN PENERBITAN SURAT KETERANGAN BEBAN KERJA (SKBK) tersebut ke Kepala Madrasah tempat Anda bertugas untuk dilakukan persetujuan oleh kepada madrasah Anda. s29d
  9. Silakan klik tombol Cetak Ulang Pengantar untuk mencetak ulang surat ajuan atau Batalkan Ajuan untuk membatalkan ajuan SKBK Anda. skbk-batal
  10. Untuk melihat status ajuan Anda, silakan menuju halaman SKBK & SKMT Anda. Akan diberikan informasi oleh sistem Jika ajuan SKBK Anda telah disetujui oleh Kepala Madrasah Anda. status ajuan skbk
  11. Untuk melihat Analisis Kelayakan Tunjangan Anda, silakan klik Disini untuk melihat langkah-langkahnya.

 

6 Ketentuan Pengelolaan Simpatika Semester 1 Tahun 2020-2021

 6 Ketentuan Pengelolaan Simpatika Semester 1 Tahun 2020-2021 

Pengelolaan Simpatika Kemenag akan kembali dibuka untuk periode pendataan semester 1 tahun pelajaran 2020-2021, melalui surat Edaran Ditjen Pendis Kemenag tertanggal 24 Juli 2020 dengan Nomor B-1346.1/DJ.I/Dt.I.II/HM.00/07/2020 tentang Pengelolaan Simpatika Semester 1 Tahun Pelajaran 2020-2021.

Melalui Surat Edaran tersebut, Ditjen Pendis menguraikan 6 Ketentuan Pengelolaan Simpatika pada Semester 1 tahun pelajaran 2020-2021 oleh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta Operator Madrasah.

6 Ketentuan tersebut menjadi hal yang harus diketahui baik oleh PTK, Kepala Madrasah maupun operator madrasah sebelum melakukan proses verifikasi dan validasi data serta tat kelola data PTK dan Madrasah ditiap satuan pendidikan.


Ketentuan-ketentuan pengelolaan Simpatika Kemenag pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2020-2021 adalah sebagai berikut:

1. Verifikasi dan Validasi (Verval) Keaktifan PTK


Verifikasi dan Validasi (Verval) Keaktifan Guru dan Tenaga Kependidikan (PTK) merupakan rutinitas bagi Guru dan tenaga Kependidikan ditiap awal semester pada tahun pelajaran berjalan, sehingga ketentuan ini menjadi langkah awal sebelum melakukan langkah-langkah kelola data yang lain di Simpatika Kemenag.

2. Implementasi KMA 183 dan KMA 184 Tahun 2019


Ketentuan yang kedua yakni Penyesuain Sistem Simpatika Kemenag dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah serta KMA 184 Tahun 2019 tentang Implementasi Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah.

Dengan Implementasi KMA 183 dan KMA 184 Tahun 2019 ini pada pendataan Simpatika Semester 1 Tahun 2020-2021, Madrasah juga harus menyesuaikan muatan kurikulum baik Muatan Nasional maupun Muatan Lokal, Jam Tatap Muka (JTM) dan hal-hal lain yang termuat dalam KMA 183 dan KMA 184 Tahun 2019.

Selengkapnya terkait isi dari KMA 183 dan KMA 184, silahkan Bapak/Ibu dapat mempelajari dan mengunduh KMA tersebut melalui tautan berikut: KMA 183 Tahun 2019 dan juga disini KMA 184 Tahun 2019.

Selain itu, silahkan kunjungi artikel terkait Struktur Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah yang akan mulai diterapkan pada sistem Simpatika Kemenag, silahkan baca disini; Struktur Kurikulum MI MTs MA sesuai KMA 184 Tahun 2019.

3. Pendataan Sertifikat KAMAD, Penerbitan NUKM Dan Notifikasi PKKM


Ketentuan yang selanjutnya pada Pendataan Simpatika Periode Semester 1 Tahun Pelajaran 2020-2021 yakni pendataan Sertifikat Kepala Madrasah (KAMAD) dan penerbitan Nomor Unik Kepala Madrasah (NUKM).

Terkait penerbitan NUKM bagi Kepala Madrasah, kita tunggu fitur NUKM muncul di akun Kepala Madrasah pada Pembukaan Simpatika Semester 1 Tahun Pelajaran 2020-2021.


Selain itu juga notifikasi hasil Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) menjadi ketentuan yang juga akan diterapkan pada pendataan Simpatika Semester 1 Tahun Pelajaran 2020-201.

4. Sinkronisasi Data Guru PNS Madrasah dengan SIMPEG


Ketentuan keempat pada pendataan Simpatika Kemenag pada semester 1 tahun 2020-2021 yakni sistem Simpatika akan melakukan sinkronisasi seluruh data guru PNS Madrasah dengan database SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) Kemenag.

5. Pemetaan Ijazah S1/D4


Seperti pendataan Simpatika pada periode sebelumnya tentang Pemetaan (Mapping) Ijazah S1/D4 bagi guru madrasah yang sudah bersertifikasi maupun belum, kebijakan tersebut akan dilanjutkan pada Pengelolaan Simpatika Semester 1 Tahun 2020-2021

6. Generat SKAKPT Tanggal 2 Setiap Bulannya


Ketentuan terakhir yakni terkait proses Penerbitan (Generating) Surat Keputuan Analisa Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT/S36A) yang sebelumnya degenerate tiap tanggal 7 di setiap bulannya. Pada pendataan Simpatika Semester 1 Tahun 2020-2021 akan mulai degenerate pada tanggal 2 ditiap bulannya.

Oleh karena itu, PTK diharapkan dapat menyesuaikan dengan ketentuan ini, dengan cara melakukan absensi tepat waktu dan bagi operator madrasah juga menyesuaikan kinerja dengan menyelesaikan Kelola Simpatika pada Akun Madrasah meliputi Siswa, Rombongan Belajar (Rombel) Kelas, Ajuan Keaktifan Kolektif atau S25A, Jadwal mengajar dan SKMT di Simpatika tepat waktu. Sehingga penerbitan SKAKPT tidak terkendala sehingga dapat melakukan Cetak SKAKPT.

Terkait SKAKPT, Bapak/Ibu dapat melihat artikel terkait SKAKPT disini; Cara Cetak SKAKPT di SImpatike Kemenag.

Silahkan unduh Surat Edaran Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag tentang Pengelolaan Simpatika Semester 1 Tahun 2020-2021 Disini: Unduh File.

Demikianlak informasi tentang 6 Ketentuan Pengelolaan Simpatika Semester 1 Tahun 2020-2021, semoga dapat bermanfaat.

Rabu, 26 Agustus 2020

AMPUHNYA DOA JAWA SYEKH NAWAWI AL BANTANI


 AMPUHNYA DOA JAWA SYEKH NAWAWI AL BANTANI


Dahulu kala di wilayah Arab sedang dilanda kekeringan yang teramat panjang. Untuk mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mengumpulkan dan membawa para ulama Makkah dan Madinah, mereka meminta berdoa di depan Ka'bah agar segera diturunkan hujan.

Setelah semua sarjana dan para ulama berdoa, hujan tidak turun juga, malah menjadi lebih panas selama beberapa bulan, yang kian membuat penduduk di negeri itu semakin susah.

Dalam kekalutanya, Raja Hijaz tiba-tiba teringat akan seorang sarjana yang tidak diundang untuk berdoa. Kemudian Sang Raja memerintahkan bawahannya untuk memanggil sarjana tersebut.

Oleh bawahan raja, sang sarjana diberitahu, setelah bertemu, penampilan cendekiawan itu pendek, kecil dan kulitnya hitam.

Sarjana itu adalah Syekh Nawawi bin Umar Tanara al-Bantani al-Jawi. Ia adalah seorang ahli bahasa Arab dan memiliki karya lebih dari 40 judul. Semuanya berbahasa Arab. Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’bah.

Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa. Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “aamiin”.

Mbah Nawawi berdoa:


“Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”


Seketika itu juga, mendung datang dan kemudian hujan turun dengan lebat. Semua yang menyaksikan kejadian itu pun heran.

Ada beberapa orang bertanya, bahasa apa yang telah digunakan syaikh Nawawi berdoa, karena mereka tidak pernah mendengar bahasa itu, sedangkan sebelumnya para ulama dan sarjana negeri itu telah berdoa dengan menggunakan bahasa Arab yang fasih namun tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.


Pelajaran dan hikmahnya adalah bahwa yang menentukan mujarabnya doa adalah kualitas individu seseorang, bukan bahasa yang digunakan. Sebab, Allah Maha Mengetahui walau hanya sekedar bahasa daerah. Tak perlu susah payah mencari yang samar keberadaannya.


Jangan menganggap doa berbahasa Arab itu paling ampuh, semua kembali pada individu yang berdoa, pakai bahasa jawa atau bahasa daerah gak jadi masalah, yang jadi masalah adalah dirimu sendiri.


Mengenai doa dengan bahasa daerah ini, Al Maghfurlah KH. A. Idris Marzuki Lirboyo pernah berkata:

“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazahi dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.

Selasa, 25 Agustus 2020

Guru H. Nuzhan Dalam Pagar

 Guru H. Nuzhan Dalam Pagar. 


 

Guru Nuzhan panggilan populer dari Tuan Guru H. Nuzhan Noor bin H. Muhammad Noor bin Khadijah binti Abdullah bin Syekh Muhammad Khatib bin Mufti H. Ahmad bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang ramah dan pemurah, memiliki ilmu, amal dan akhlak mempesona. Beliau tidak saja mencintai Allah, manusia dan kemanusiaan tapi sekaligus juga mencintai hewan yang mungkin bagi sebagian orang tak dianggap keberadaannya dan suatu yang tidak berguna.


Menurut kisah salah seorang muridnya, beliau adalah salah satu murid dari Tuan Guru H Zainal Ilmi. Selain itu, beliau juga pernah menimba ilmu kepada Tuan Guru H. Abdurrahman Siddiq (Datu Sapat) di Tambilahan, Riau. Selain itu, sudah barang tentu, beliau berguru pula pada ulama-ulama Dalam Pagar yang pada umumnya masih punya hubungan darah atau hubungan kekeluargaan dari beliau sendiri.


Beliau, kesehariannya disibukkan dengan menggelar majelis pada setiap Senin malam, Selasa malam, Kamis malam, serta Jumat pagi bagi murid Dalam Pagar dan masyarakat sekitarnya. Di antara kitab yang beliau ajarkan adalah Misbahul Jannah, Sifat 20, Parukunan yang sebagiannya karya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, dan Hikam karya Ibnu Athaillah Al-Askandary. Murid beliau yang aktif mengikuti majelis waktu itu, bisa dikatakan sudah sangat banyak antara 100 sampai 200 orang.


Di samping menjadi ulama yang disegani, beliau juga dikenal mempunyai akhlak yang mempesona terutama terhadap hewan. Pernah

suatu ketika ada seekor kucing yang dibuang orang di sungai hingga hampir lamas (tenggelam). Untung si kucing bisa bertahan dengan berpegangan pada batang pisang yang larut. Melihat hal itu, beliau bergegas langsung meminta orang lain untuk menyelamatkan kucing tersebut. Untuk itu, beliau rela membayar orang supaya mengapar (mengambil) dan menjemput kucing yang bertahan di atas gadang yang terus melaju mengikuti arus sungai berlalu.


Tidak hanya binatang piaraan yang mendapat kecintaan ulama yang satu ini. Sebab diketahui, beliau juga memelihara Berang-Berang (Beruk) yang sering memangsa ikan hidup-hidup. Lebih dari itu, setiap harinya beliau menyedekahkan gula untuk semut -semut yang berada di sekitar rumahnya. Lebih dari itu, dulu ada seorang petani yang datang dari menangkap ikan di sawah. Orang tersebut menangkap induk ikan gabus yang baru  memiliki anak dengan cara membandan (menggunakan bebek) sebagai godaan. Beliau pun kemudian membeli induk ikan yang didapat itu dan meminta petani tersebut melepaskannya kembali di tempat semula, “Kasihan anak iwaknya matian, kadada lagi kuitannya yang menjagai, (Kasihan anak ikannya nanti mati, tidak ada lagi induknya yang menjaga, red),” ujar beliau dengan nada kasihan.


Terkait dengan memperlakukan ikan, beliau pernah berpesan pada murid-muridnya, agar saat ingin menyiangi (membersihkan) ikan yang masih hidup untuk dimakan, hendaknya tidak dengan cara memukul kepalanya yang membuat ikan tersiksa. Lebih baik, kalau bisa disembelih atau dipotong saja dengan pisau yang tajam. Begitulah sifat kasih sayang beliau kepada lingkungan alam ciptaan Tuhan, khususnya hewan.


Kemudian, beliau juga dianggap sebagai ulama yang sudah mencapai tingkat waliyullah hingga  banyak muncul pada diri beliau sikap khariqul 'adah (keluar dari kelaziman) dan karamah yang tak bisa dinalar secara ilmiah. Beliau kala bepergian baik lewat jalur sungai maupun jalan darat, beliau seringkali dalam membayar jasa transport tidak sesuai tarif, tapi selalu berlebih berkali-kali lipat. Bisa dimengerti jika penguji jukung dan kelotok pada jalur sungai berebut untuk mengantar beliau. Demikian juga, ojek atau tukang atau supir taxi (angkot) di jalan darat senada dan seirama. Pendek kata beliau tak pernah menghitung berapa duit yang beliau keluarkan untuk transport perjalanan, karena amplop yang beliau terima juga tak terhitung banyaknya dan isi amplop yang beliau terima tentu hampir tidak ada yang bernilai sedikit, padahal beliau tak pernah meminta, apalagi sampai memasang tarif.


Beliau juga, menurut murid-muridnya mempunyai karamah, mampu membagi jasad beliau menjadi beberapa. Pernah terjadi beliau berada di tiga tempat yang berbeda dalam satu waktu yakni beliau sedang melakukan pengajaran di majelis, di rumah beliau sendiri, memimpin acara tahlilan di salah satu rumah murid beliau, dan menghadiri undangan orang selamatan di tengah masyarakat. 


Berikutnya, beliau juga dikenal sebagai semacam tabib yang melakukan pengobatan alternatif terutama pada penyakit-penyakit yang sudah tidak bisa ditangani lagi secara medis dan penyakit gaib baik karena serangan black magic maupun kejahatan makhluk halus dari alam sebelah. Beliau juga membuat cemeti, wifiq, rajah dan doa yang ampuh untuk penangkal, penglaris, pengasihan, kekebalan dan sejenisnya.


Beliau meninggal dunia pada tanggal 9 Zulkaidah 1404H, dan dimakamkan esok harinya pada tanggal 10 Zulkaidah 1404H. Dimakamkan di Gang Bani Ismail, dekat Masjid Tuhfatur Raghibin, kampung Dalam Pagar, Martapura. Allah Yarham.

Senin, 24 Agustus 2020

PANGLIMA ISLAM YANG DITAKUTI EROPA, NAMUN JARANG UMAT ISLAM YANG MENGETAHUI BELIAU

PANGLIMA ISLAM YANG DITAKUTI EROPA, NAMUN JARANG UMAT ISLAM YANG MENGETAHUI BELIAU


Laki-laki ini, berhasil membuat dunia Eropa berpesta ria saat dia meninggal!


Mereka duduk dan berpesta di atas kuburannya, sambil menikmati minuman dan wanita! Salah seorang yang hadir disana berkata,


“Demi Tuhan, kalau seandainya laki-laki ini masih bernafas, mustahil kita bisa tenang dan mungkin kita semua sudah mati”.


Dia bukanlah Shalahuddin Al ayyubi, tetapi dia adalah tokoh yang tidak kalah agungnya, tetapi tidak banyak yang mengenalinya.


Dialah Al Hajib Al Manzor.


Ketika Panglima Al Hajib Al Manzor meninggal, Eropa berpesta ria, sampai raja Alfonso datang ke kuburannya, dan mendirikan tenda besar di atasnya. Tepat di atas kuburan Al Manzor diletakkan sebuah ranjang bertatakan emas, kemudian dia tidur di atasnya bersama istrinya. Di atas kuburan panglima perang tentara islam di Andalusia…Alfonso berkata,


“Apa kamu tidak melihat aku hari ini telah menguasai seluruh wilayah Islam dan Arab? Dan aku duduk di atas kuburan panglima mereka!”


Salah seorang yang hadir pengawal berbisik, “Demi Tuhan, kalau seandainya laki-laki ini masih bernafas, mustahil kita bisa tenang dan mungkin kita semua sudah mati”.


Alfonso pun tahu dan marah, dengan lancangnya dia menarik pedangnya dan ingin menebas kepala pengawal itu.


Untung saja istrinya memegang tangan Alfonso, dan berkata, “Benar kata dia, masa kita bangga bisa tidur di atas kuburan musuh? Itu malah menambah keagungan musuh! Bahkan sampai dia mati kita tidak mampu mengalahkan dia! Sejarah menulis kemenangan dia, ditambah lagi setelah mati kita tidur di atas kuburan dia! Quรฉ vergรผenza!” 


Al Hajib Al Manzor, nama aslinya Muhammad bin Aamer Al Aameri, lahir tahun 326 H, di selatan Andalusia. Bergabung dalam pasukan pemerintah pada saat dia masih muda, dan menjadi kepala polisi di Cordova, karena keberaniannya dan jasanya.


Kemudian dia diangkat menjadi penasehat Gubernur Andalusia, kemudian dia menjadi Gubernur Andalusia dan Panglima tertingggi tentara Islam di Andalusia.


Dia pernah ikut dan memimpin lebih dari 50 perang, dan semuanya dimenangkannnya, selama dia memimpin, belum pernah kalah .


Perang terbesar yang pernah dipimpinnya adalah perang Leon di selatan Perancis, dimana tentara Eropa bersatu bersama tentara Leon. Banyak raja Eropa yang terbunuh, dan banyak juga yang ditawan, kemudian diapun mengumandangkan azan perdana di di bumi Perancis itu.


Setiap kali menang dalam peperangan, dia pasti mengumandangkan azan, dan dia mengumpulkan debu yang lengket di pakaiannya, kemudian dimasukkan dalam botol. Dia mewasiatkan nanti apabila dia meninggal, agar botol itu dimasukkan dalam kuburannya, supaya kelak debu-debu itu menjadi saksi di sisi Allah.


Eropa sangat membenci  Al Manzor, selama 25 tahun mereka banyak kehilangan tentara dan panglima di tangan Manzor, selama 25 tahun mereka tidak pernah tenang dan tidak bisa beristirahat.


Al Manzor selalu berdoa supaya dia mati syahid di medan perang, jangan sampai mati di antara tembok dan tiang istana. Dan doanya terkabul, dia syahid di medang perang saat berperang di perbatasan Perancis di dekat pegunungan Pyrenees.


Dia syahid pada umur 60 tahun, dan 25 tahun dihabiskan untuk jihad dan menaklukkan musuh-musuh Islam.


Sekarang udah tahu, kenapa Alfonso mendirikan kemah di atas kuburan  Al Manzor!


Copas.


("Chapter Two:Al-Andalus").

Minggu, 23 Agustus 2020

AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR


AMALAN, AGAR ANAK TIDAK NAKAL, AGAR CERDAS DAN CEPAT PAHAM BELAJAR .

Ambil segelas air hujan yang bersih, kalau tidak ada, maka ambillah segelas air susu, atau segelas air putih.


1. Bacalah Ummul Kitab Surah Al-Fatihah 3×


2. Kemudian Bacalah surah Al-‘Alaq

Ayat 1-5 dibaca 11×


INI BACAAN SURAH AL-ALAQ ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡ ุงู‚ْุฑَุฃْ ุจِุงุณْู…ِ ุฑَุจِّูƒَ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ (1) 

ุฎَู„َู‚َ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†َ ู…ِู†ْ ุนَู„َู‚ٍ (2) 

ุงู‚ْุฑَุฃْ ูˆَุฑَุจُّูƒَ ุงู„ْุฃَูƒْุฑَู…ُ (3) 

ุงู„َّุฐِูŠ ุนَู„َّู…َ ุจِุงู„ْู‚َู„َู…ِ (4) 

ุนَู„َّู…َ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†َ ู…َุง ู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ْ (5)


3. Setelah itu tiupkan ke air didalam gelas itu.

Dibaca setiap hari setelah shalat shubuh sebelum waktu isyroq.


4. Orang tua atau pembaca meminum sedikit, lalu berikan kepada anak, Dengan izin Allah, In Syaa Allah, anak yang nakal menjadi sholeh.


Anak yang lambat faham akan ilmu agama, cepat faham.


Anak yang durhaka sama orang tuanya, akan bakti kepada kedua orang tuanya.


Dan anak itu cepat hafal serta mudah mengingat pelajaran.


Dan juga wanita hamil yang mengamal kannya kelak akan mendapatkan anak yang sholeh.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Aalihi Wa Shohbihi Wasallim.


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2722532057851424&id=100002839706859

Catatan - BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH-Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan

  Herry Adi · Catatan Pengajian Malam Selasa Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai 07 Dzulqaidah 1446 H 05 Mei 2025 M                   ...

Translate