Minggu, 10 Mei 2026

Catatan - BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH-Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan

 Herry Adi
















Catatan Pengajian Malam Selasa
Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai
07 Dzulqaidah 1446 H
05 Mei 2025 M
                            
✨ BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH

✨ Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan ✨

Jalan kebaikan yang diberikan oleh Allah SWT bukan hanya ibadah Mahdah semata, tapi banyak tidak terhitung jalan kebaikan yang diberikan oleh Allah mulai dari kita hendak tidur sampai bangun dari tidur.

✨ Para Muhibbin Rahimakumullah ....

Ketika kita hendak tidur, maka kita melakukan ibadah kepada Allah yaitu dengan memperbanyak membaca istighfar.

Istighfar merupakan salah satu dari sekian banyak ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika hendak tidur, supaya tidur kita itu bernilai ibadah.
Asalkan sebelum tidur kita membaca apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

✨ Dalam hadits ke 4 dalam bab ini dari Abi Dzar berkata :

Bahwa sekelompok manusia daripada sahabat Rasulullah SAW, berkata sahabat Rasulullah SAW :
"Wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka!. Nabi bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan isterinya) adalah sedekah." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya ia akan mendapat pahala?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Apa pendapat kalian jika ia menempatkannya kepada sesuatu yang haram, apakah ia berdosa?" Para sahabat menjawab, "Tentu." Beliau bersabda: "Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, maka ia akan mendapat pahala."

Sahabat Rasulullah SAW itu bukan orang kaya, dan ada sebagian sahabat Rasulullah SAW itu orang kaya.

Bagaimana cerita para sahabat yang kaya raya yang menggunakan seluruh harta nya untuk mempersiapkan bekal untuk akhirat. Banyak orang yang lebih suka mempersiapkan rumah di dunia yang begitu megah yang banyak mengeluarkan biaya namun sering terlupakan oleh mereka bagaimana mempersiapkan rumah untuk di akhirat.

Sahabat Rasulullah SAW selalu mengutamakan rumah diakhirat karena akhirat adalah rumah abadi sepanjang masa.

Mereka bersedekah sedemikian rupa. Lalu para sahabat yang miskin berkata Wahai Rasulullah mudah bagi mereka untuk bersedekah sebab mereka kaya, mereka para sahabat yang miskin iri dengan sedekah nya orang kaya. Mereka iri akan kebaikan.

Bagaimana sedekah yang kita berikan ini sampai kepada Allah dan sampai kita dapati diakhirat kelak.
Maka oleh karena itu para ulama menyimpulkan agar sedekah itu diterima dan dinikmati kelak di akhirat :

✨ 1). Sedekah itu harus ikhlas, yaitu sedekah itu dengan ikhlas serta mengharapkan Ridha karena Allah serta mengharapkan ganjaran surga dari Allah SWT.

✨ 2). Harta yang dikeluarkan ini haruslah harta yang halal. Yang tidak halal wajib kita keluar dari rumah kita, maka kembali kan kepada yang punya. Jika mereka sudah meninggal maka bangun sebuah tempat yang banyak faedah lali niatkan untuk yang kuat ambil hartanya.

✨ 3). Dipelihara sedekah atau harta yang kita keluarkan itu. Yaitu jangan menyebut-nyebut harta yang sudah kita keluarkan. Simpanlah harta yang sudah kita keluarkan itu ditempat penyimpanan yaitu "Illiyin" , jika kita riyakan, jangan di sebut-sebut maka hanguslah segala kebaikan yang kita lakukan itu. Jangan di sesali semua amal sedekah kita. Maka akan hangus segala amal sedekah itu.

✨ Rasulullah SAW bersabda:

Adalah tidak Allah jadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian sedekah kan. Maka banyak Allah jadikan jalan untuk sedekah, bukan hanya dengan Harta. Setiap kali kita mengucap tasbih, takbir, tahmid, itu adalah sedekah. Maka dari itu kita DISUNNAHKAN dengan Sunnah yang sangat di kuatkan yaitu membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir setiap kali selesai sholat.

Fungsi sedekah itu adalah untuk mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Kita semua diberikan mata telinga baik yang kaya ataupun miskin , maka kita di suruh untuk bersedekah kepada Allah, maka bisa sedekah itu dengan mengucapkan Tasbih, Tahmid dan Takbir.

Amar ma'ruf juga merupakan bentuk sedekah, mencegah berbuat munkar juga merupakan sedekah.

Lalu dilanjutkan oleh nabi Muhammad SAW bahwa di kemaluan pun ada sedekah.

Bagaimana seseorang menyalurkan syahwat kepada istrinya itu merupakan sedekah ?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Apa pendapat kalian jika ia menempatkannya kepada sesuatu yang haram, apakah ia berdosa?" Para sahabat menjawab, "Tentu." Beliau bersabda: "Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, maka ia akan mendapat pahala."

✨ Para Muhibbin Rahimakumullah...

Para ulama memperjelas bahwa bagaimana syahwat seseorang itu pada istrinya menjadi sebuah pahala yaitu dengan niat yang sholehah.
Jadi berhubungan suami istri itu niatnya harus Sholehah.

Bagaimana agar niat kita dalam memenuhi syahwat itu shalehah :

✨ 1). Menjaga diri daripada yang haram,
✨ 2). Menjaga mata daripada memandang yang haram,
✨ 3). Menunaikan hak dan kewajiban untuk istri, atau untuk menyenangkan istri atau niat untuk menampakkan cinta kepada istri.

Jadi tidak alasan untuk tidak menambah kebaikan, sebab jalan yang Allah berikan itu banyak.

✨ Para Muhibbin Rahimakumullah...

Itulah hadits ke 4 dari bab ke 13 yaitu banyak nya jalan kebaikan bagi mereka yang ingin menambah amal ibadah.

✨ Bersabda Rasulullah SAW :

Iman atau kepercayaan kita kepada Allah, kepercayaan kita kepada Rasullah SAW, kepercayaan kita kepada Al Qur'an ada 70 cabangnya bahkan bisa lebih.

Satu dari 70 cabang kepercayaan ini adalah memperkuat iman kita.

Iman ini 70 Rantingnya, satu persatu kita percaya maka ini akan memperkuat cabang dari keimanan.

Yang paling afdal dari ranting iman itu adalah perkataan لا إله إلاّ الله. Sampai hendak meninggalkan pun ketika akhir kalam kita itu maka akan diganjar surga.

Harga surga itu dibayar لا إله إلاّ الله ketika hendak meninggal. Hanya sedikit yang bisa mengucapkan kalimat itu.

Maka diajarkan oleh Rasulullah SAW agar memperbanyak kalimat لا إله إلاّ الله ketika kita masih sehat, maka ini akan mempermudah kita mengucap kan لا إله إلاّ الله ketika kita hendak meninggalkan duniawi ini dengan akhir kalimat لا إله إلاّ الله.

Orang yang hendak meninggalkan itu apa yang akan dipikirkan nya tergantung daripada kerjaan ketika masih sehat. Ketika banyak mengucapkan لا إله إلاّ الله ketika sehat maka akan dipastikan ketika meninggalkan dunia akan bisa mengucapkan kalimat itu.

Maka surga itu mahal, apa artinya ? Jarang seseorang memiliki itu. Oleh karena mahal itu maka jarang seseorang meninggal dunia membaca لا إله إلاّ الله.

✨ Tiket masuk surga itu adalah لا إله إلاّ الله.

Jadi ini jadi bahan renungan, apakah kita mudah atau lurus dalam memasuki surga atau penuh dengan rintangan-rintangan.

Setiap umat Rasulullah SAW itu akan masuk surga. Tapi tergantung mulus tidak nya jalan menuju itu.

Dengan memperbanyak dzikir Lailahailallah agar akhir kalam itu dapat mengucapkan Lailahailallah.

✨ Sebab sabda Rasulullah SAW :

مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ

‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

Maka perlu jadi renungan kita berapa kita berdzikir lailahailallah dalam sehari semalam agar kita layak dapat akhir kalam Lailahailallah

Dan paling rendah dari 70 cabang iman itu adalah menyingkirkan sampah di tengah jalan. Ini termasuk iman. Ini sesuatu yang akan mendatangkan iman.

Malu juga merupakan cabang dari iman, yaitu hakikatnya malu kepada Allah. Malu aku kepada Allah ketika kita berbuat maksiat kepada Allah SWT, dan ini termasuk cabang iman yang tinggi, lebih tinggi dari menyingkirkan sampah ditengah jalan.

✨ Rasulullah SAW bersabda :

Apabila sakit seorang hamba, atau dia musafir maksud nya musafir dalam taat (musafir dalam menuntut ilmu, musafir dalam mencari nafkah, musafir dalam silaturahmi) lalu dia ketinggalan akan sebuah wiridan maka di tulis bagi dia seumpama yang dia kerjakan.

Dengan syarat itu adat atau kebiasaan, misalnya ketika sehat rajin shalat berjamaah maka ketika dia sakit maka akan tetap di tulis sebagaimana kebiasaan dia.

Ini berlaku bagi orang yang sudah mulazamah terhadap sebuah wiridan, maka ketika kita ketinggalan akan WIRIDAN itu maka akan tetap di catat oleh Allah sebagaimana kebiasaan dia.

Maka kita sering berdoa dalam shalat yaitu اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ minta tunjuki dalam hal jalan kebaikan.

Makin banyak Allah tunjuki seseorang itu dalam hal kebaikan maka akan banyak kebaikan yang bisa dikerjakan seseorang. Maka jangan lalai dalam mengucapkan itu.

Jangan lalai dalam mengucapkan اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, hati kita harus hadir agar makin banyak Allah tunjukkan jalan kebaikan yang akan kita kerjakan.

****

#menuntut ilmu karena Allah
#murni karena Allah
#mencatat
#bit taufiqillah

"KAJIAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN"
'BAB KE 13'

Oleh Al Mukarram Al Fadhil Ayahanda
"KH. MUHAMMAD BAKHIET, AM"
Lihat Lebih Sedikit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan - BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH-Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan

  Herry Adi · Catatan Pengajian Malam Selasa Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai 07 Dzulqaidah 1446 H 05 Mei 2025 M                   ...

Translate