Minggu, 10 Mei 2026

Catatan - BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH-Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan

 Herry Adi
















Catatan Pengajian Malam Selasa
Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai
07 Dzulqaidah 1446 H
05 Mei 2025 M
                            
✨ BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH

✨ Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan ✨

Jalan kebaikan yang diberikan oleh Allah SWT bukan hanya ibadah Mahdah semata, tapi banyak tidak terhitung jalan kebaikan yang diberikan oleh Allah mulai dari kita hendak tidur sampai bangun dari tidur.

✨ Para Muhibbin Rahimakumullah ....

Ketika kita hendak tidur, maka kita melakukan ibadah kepada Allah yaitu dengan memperbanyak membaca istighfar.

Istighfar merupakan salah satu dari sekian banyak ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika hendak tidur, supaya tidur kita itu bernilai ibadah.
Asalkan sebelum tidur kita membaca apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

✨ Dalam hadits ke 4 dalam bab ini dari Abi Dzar berkata :

Bahwa sekelompok manusia daripada sahabat Rasulullah SAW, berkata sahabat Rasulullah SAW :
"Wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka!. Nabi bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan isterinya) adalah sedekah." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya ia akan mendapat pahala?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Apa pendapat kalian jika ia menempatkannya kepada sesuatu yang haram, apakah ia berdosa?" Para sahabat menjawab, "Tentu." Beliau bersabda: "Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, maka ia akan mendapat pahala."

Sahabat Rasulullah SAW itu bukan orang kaya, dan ada sebagian sahabat Rasulullah SAW itu orang kaya.

Bagaimana cerita para sahabat yang kaya raya yang menggunakan seluruh harta nya untuk mempersiapkan bekal untuk akhirat. Banyak orang yang lebih suka mempersiapkan rumah di dunia yang begitu megah yang banyak mengeluarkan biaya namun sering terlupakan oleh mereka bagaimana mempersiapkan rumah untuk di akhirat.

Sahabat Rasulullah SAW selalu mengutamakan rumah diakhirat karena akhirat adalah rumah abadi sepanjang masa.

Mereka bersedekah sedemikian rupa. Lalu para sahabat yang miskin berkata Wahai Rasulullah mudah bagi mereka untuk bersedekah sebab mereka kaya, mereka para sahabat yang miskin iri dengan sedekah nya orang kaya. Mereka iri akan kebaikan.

Bagaimana sedekah yang kita berikan ini sampai kepada Allah dan sampai kita dapati diakhirat kelak.
Maka oleh karena itu para ulama menyimpulkan agar sedekah itu diterima dan dinikmati kelak di akhirat :

✨ 1). Sedekah itu harus ikhlas, yaitu sedekah itu dengan ikhlas serta mengharapkan Ridha karena Allah serta mengharapkan ganjaran surga dari Allah SWT.

✨ 2). Harta yang dikeluarkan ini haruslah harta yang halal. Yang tidak halal wajib kita keluar dari rumah kita, maka kembali kan kepada yang punya. Jika mereka sudah meninggal maka bangun sebuah tempat yang banyak faedah lali niatkan untuk yang kuat ambil hartanya.

✨ 3). Dipelihara sedekah atau harta yang kita keluarkan itu. Yaitu jangan menyebut-nyebut harta yang sudah kita keluarkan. Simpanlah harta yang sudah kita keluarkan itu ditempat penyimpanan yaitu "Illiyin" , jika kita riyakan, jangan di sebut-sebut maka hanguslah segala kebaikan yang kita lakukan itu. Jangan di sesali semua amal sedekah kita. Maka akan hangus segala amal sedekah itu.

✨ Rasulullah SAW bersabda:

Adalah tidak Allah jadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian sedekah kan. Maka banyak Allah jadikan jalan untuk sedekah, bukan hanya dengan Harta. Setiap kali kita mengucap tasbih, takbir, tahmid, itu adalah sedekah. Maka dari itu kita DISUNNAHKAN dengan Sunnah yang sangat di kuatkan yaitu membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir setiap kali selesai sholat.

Fungsi sedekah itu adalah untuk mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Kita semua diberikan mata telinga baik yang kaya ataupun miskin , maka kita di suruh untuk bersedekah kepada Allah, maka bisa sedekah itu dengan mengucapkan Tasbih, Tahmid dan Takbir.

Amar ma'ruf juga merupakan bentuk sedekah, mencegah berbuat munkar juga merupakan sedekah.

Lalu dilanjutkan oleh nabi Muhammad SAW bahwa di kemaluan pun ada sedekah.

Bagaimana seseorang menyalurkan syahwat kepada istrinya itu merupakan sedekah ?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Apa pendapat kalian jika ia menempatkannya kepada sesuatu yang haram, apakah ia berdosa?" Para sahabat menjawab, "Tentu." Beliau bersabda: "Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, maka ia akan mendapat pahala."

✨ Para Muhibbin Rahimakumullah...

Para ulama memperjelas bahwa bagaimana syahwat seseorang itu pada istrinya menjadi sebuah pahala yaitu dengan niat yang sholehah.
Jadi berhubungan suami istri itu niatnya harus Sholehah.

Bagaimana agar niat kita dalam memenuhi syahwat itu shalehah :

✨ 1). Menjaga diri daripada yang haram,
✨ 2). Menjaga mata daripada memandang yang haram,
✨ 3). Menunaikan hak dan kewajiban untuk istri, atau untuk menyenangkan istri atau niat untuk menampakkan cinta kepada istri.

Jadi tidak alasan untuk tidak menambah kebaikan, sebab jalan yang Allah berikan itu banyak.

✨ Para Muhibbin Rahimakumullah...

Itulah hadits ke 4 dari bab ke 13 yaitu banyak nya jalan kebaikan bagi mereka yang ingin menambah amal ibadah.

✨ Bersabda Rasulullah SAW :

Iman atau kepercayaan kita kepada Allah, kepercayaan kita kepada Rasullah SAW, kepercayaan kita kepada Al Qur'an ada 70 cabangnya bahkan bisa lebih.

Satu dari 70 cabang kepercayaan ini adalah memperkuat iman kita.

Iman ini 70 Rantingnya, satu persatu kita percaya maka ini akan memperkuat cabang dari keimanan.

Yang paling afdal dari ranting iman itu adalah perkataan لا إله إلاّ الله. Sampai hendak meninggalkan pun ketika akhir kalam kita itu maka akan diganjar surga.

Harga surga itu dibayar لا إله إلاّ الله ketika hendak meninggal. Hanya sedikit yang bisa mengucapkan kalimat itu.

Maka diajarkan oleh Rasulullah SAW agar memperbanyak kalimat لا إله إلاّ الله ketika kita masih sehat, maka ini akan mempermudah kita mengucap kan لا إله إلاّ الله ketika kita hendak meninggalkan duniawi ini dengan akhir kalimat لا إله إلاّ الله.

Orang yang hendak meninggalkan itu apa yang akan dipikirkan nya tergantung daripada kerjaan ketika masih sehat. Ketika banyak mengucapkan لا إله إلاّ الله ketika sehat maka akan dipastikan ketika meninggalkan dunia akan bisa mengucapkan kalimat itu.

Maka surga itu mahal, apa artinya ? Jarang seseorang memiliki itu. Oleh karena mahal itu maka jarang seseorang meninggal dunia membaca لا إله إلاّ الله.

✨ Tiket masuk surga itu adalah لا إله إلاّ الله.

Jadi ini jadi bahan renungan, apakah kita mudah atau lurus dalam memasuki surga atau penuh dengan rintangan-rintangan.

Setiap umat Rasulullah SAW itu akan masuk surga. Tapi tergantung mulus tidak nya jalan menuju itu.

Dengan memperbanyak dzikir Lailahailallah agar akhir kalam itu dapat mengucapkan Lailahailallah.

✨ Sebab sabda Rasulullah SAW :

مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ

‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

Maka perlu jadi renungan kita berapa kita berdzikir lailahailallah dalam sehari semalam agar kita layak dapat akhir kalam Lailahailallah

Dan paling rendah dari 70 cabang iman itu adalah menyingkirkan sampah di tengah jalan. Ini termasuk iman. Ini sesuatu yang akan mendatangkan iman.

Malu juga merupakan cabang dari iman, yaitu hakikatnya malu kepada Allah. Malu aku kepada Allah ketika kita berbuat maksiat kepada Allah SWT, dan ini termasuk cabang iman yang tinggi, lebih tinggi dari menyingkirkan sampah ditengah jalan.

✨ Rasulullah SAW bersabda :

Apabila sakit seorang hamba, atau dia musafir maksud nya musafir dalam taat (musafir dalam menuntut ilmu, musafir dalam mencari nafkah, musafir dalam silaturahmi) lalu dia ketinggalan akan sebuah wiridan maka di tulis bagi dia seumpama yang dia kerjakan.

Dengan syarat itu adat atau kebiasaan, misalnya ketika sehat rajin shalat berjamaah maka ketika dia sakit maka akan tetap di tulis sebagaimana kebiasaan dia.

Ini berlaku bagi orang yang sudah mulazamah terhadap sebuah wiridan, maka ketika kita ketinggalan akan WIRIDAN itu maka akan tetap di catat oleh Allah sebagaimana kebiasaan dia.

Maka kita sering berdoa dalam shalat yaitu اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ minta tunjuki dalam hal jalan kebaikan.

Makin banyak Allah tunjuki seseorang itu dalam hal kebaikan maka akan banyak kebaikan yang bisa dikerjakan seseorang. Maka jangan lalai dalam mengucapkan itu.

Jangan lalai dalam mengucapkan اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, hati kita harus hadir agar makin banyak Allah tunjukkan jalan kebaikan yang akan kita kerjakan.

****

#menuntut ilmu karena Allah
#murni karena Allah
#mencatat
#bit taufiqillah

"KAJIAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN"
'BAB KE 13'

Oleh Al Mukarram Al Fadhil Ayahanda
"KH. MUHAMMAD BAKHIET, AM"
Lihat Lebih Sedikit

Hikayah dari Pondok Lirboyo "Istri Dimanja Ibu Terluka"

Hikayah dari Pondok Lirboyo



Di zaman Nabi Muhammad, hiduplah seorang pemuda bernama Alqamah. Ia dikenal sebagai sosok yang tekun dalam beribadah kepada Allah. Dahinya kerap bersujud dalam salat yang panjang, hari-harinya dihiasi puasa, dan tangannya begitu ringan mengulurkan sedekah tanpa terhitung jumlahnya.

Suatu hari, kepiluan melanda kediaman Alqamah. Orang yang taat itu terbaring lemah, bergulat dengan sakaratul maut yang berat. Istrinya, yang diliputi kecemasan, mengutus seseorang menghadap Baginda Nabi Muhammad untuk mengabarkan kondisi suaminya yang sedang berada di ambang perpisahan nyawa.
Rasulullah, segera mengutus Bilal, Ali, Salman, dan Ammar untuk menjenguknya. Tepat di sebelah pria yang terbaring itu, para sahabat utusan Nabi membimbingnya: "Katakanlah: Laa ilaha illallah." Namun, lisan Alqamah seolah terkunci rapat. Lidah yang biasanya basah oleh zikir itu kini membeku,
tak mampu mengucap satu kalimat tauhid pun di penghujung nafasnya.
Kabar mengejutkan ini sampai ke telinga Rasulullah. Beliau bertanya, "Apakah ia masih memiliki orang tua?"
Seseorang menjawab, "Ayahnya telah tiada, namun ia memiliki seorang ibu yang sudah sangat tua renta."
Rasulullah kemudian mengutus Bilal untuk menyampaikan salam dan pesan kepada ibunda Alqamah. Yang intinya, jika sang ibu mampu, datanglah menemui Nabi, namun jika tidak, Nabi yang akan datang menghampirinya.
Dengan keteguhan hati, sang ibu menyahut, "Jiwa ini adalah tebusan baginya, akulah yang lebih berhak mendatangi beliau." Ia pun berjalan perlahan bersandar pada tongkatnya, demi menghadap Nabi Muhammad.
Di hadapan Rasulullah, suatu yang sangat pahit terungkap. Nabi bertanya dengan lembut, meminta kejujuran sebelum wahyu turun menyibak tirai rahasia. Sang ibu bercerita tentang ketaatan lahiriah putranya. Wanita tua itu mengabarkan kepada Nabi bahwa anaknya adalah orang yang taat beribadah, selalu salat, puasa, dan sedekah.
Rasulullah kembali menanyakan perihal hubungan Alqamah dengan ibunya, sang ibu akhirnya menyatakan kenyataan bahwa:
يَا رَسُول اللَّهِ إِنِّي عَلَيْهِ سَاخِطَةٌ وَاجِدَةٌ كَانَ يُؤْثِرُ امْرَأَتَهُ عَلَيَّ وَيُطِيعُهَا
فِي الْأَشْيَاءِ وَيَعْصِينِي
"Wahai Rasulullah, aku murka kepadanya. Ia lebih mengutamakan istrinya daripadaku, ia menaati istrinya namun mendurhakaiku."
Rasulullah akhirnya bersabda kepada para hadirin:
سُخْطُ أُمِّهِ حَجَبَ لِسَانَهُ عَنْ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
"Murka ibunyalah yang telah menghalangi lisannya dari mengucapkan syahadat."
Selepas ibunda Alqamah menyatakan kemurkaannya, Nabi memerintahkan Bilal untuk mengumpulkan kayu bakar. Beliau hendak membakar Alqamah di depan mata ibunya sendiri.
Sang ibu tersedu, seraya berkata;
يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنِي وَثَمَرَةُ فُؤَادِي تَحْرِقُهُ بِالنَّارِ بَيْنَ يَدَيَّ؟ فَكَيْفَ يَحْتَمِلُ قَلْبِي؟
"Wahai Rasulullah, putraku adalah buah hatiku, bagaimana mungkin buah hatiku dibakar di hadapanku?"
Nabi dengan segala kebijaksanaannya kembali bersabda:
يَا أُمَّ عَلْقَمَةَ فَعَذَابُ اللَّهِ أَشَدُّ وَأَبْقَى فَإِنْ سَرَّكِ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُ فَارْضَيْ عَنْهُ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَنْفَعُهُ الصَّلَاةُ وَلَا الصَّدَقَةُ مَا دُمْتِ عَلَيْهِ سَاخِطَةً
"Wahai ibu Alqamah, azab Allah jauh lebih pedih dan kekal. Jika engkau ingin Allah mengampuninya, maka ridailah dia. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan bermanfaat salat dan sedekahnya selama engkau masih murka kepadanya."
Luluhlah dinding kemarahan itu oleh kasih sayang seorang ibu. Sambil menengadahkan tangan, ia bersaksi di hadapan Allah dan Rasul-Nya bahwa ia telah rida kepada putranya. Seketika itu pula, Bilal mendengar dari balik pintu rumah Alqamah, lisan sang pemuda telah terlepas dari belenggunya, dengan lantang mengucap: "Laa ilaha illallah."
Alqamah menghembuskan nafas terakhirnya pada hari itu dalam keadaan husnul khatimah.
Setelah menyalatkan dan menguburkannya, Rasulullah berdiri di tepi liang lahat, memberikan sebuah wasiat yang menggetarkan setiap hati yang hadir di prosesi pemakaman itu:
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ مَنْ فَضَّلَ زَوْجَتَهُ عَلَى أُمِّهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ،
وَلَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ
"Wahai kaum Muhajirin dan Ansar, barangsiapa yang lebih mengutamakan istrinya daripada ibunya, maka baginya laknat Allah. Tidak akan diterima darinya amal wajib maupun sunnahnya."1
Pada akhirnya, jangan pernah menukar rida ibumu dengan apa pun di dunia ini, bahkan dengan cinta pasanganmu sekalipun. Sebab, apa gunanya seluruh dunia berada di genggamanmu, jika saat maut menjemput, lisanmu tak mampu memanggil nama Tuhanmu hanya karena ada hati seorang ibu
yang kau biarkan lara?
Referensi:
1. Abu al-Laits Nashr bin Muhammad al-Samarqandi, Tanbih al-Ghafilin bi-Ahadits Sayyid al-Anbiya’ wa al-Mursalin (Beirut: Dar Ibn Katsir, t.t), hal. 126.

Kamis, 06 November 2025

Bukti Nabi Khidir Masih Hidup

 Bukti Nabi Khidir Masih Hidup



 Nabi Khidir as. adalah nabi Allah yang penuh misteri. Keberadaannya hingga kini juga masih misteri. Bahkan, beliau masih hidup atau telah meninggal dunia, juga masih ada saja yang memperdebatkan. Namun, mayoritas ulama dan auliya’ menyatakan bahwa Nabi Khidir as masih hidup. Berikut ini, dalil-dalil, pendapat dan bukti bahwa Nabi Khidir as masih hidup hingga kini.

.

Ad-Daraqathni riwayat dari Ibnu ‘Abbas: “Nabi Khidhir dan Nabi Ilyas bertemu setiap tahun saat musim haji, dan mereka berdua saling mencukur (tahallul) kepala satu sama yang lain.” Ibnu Hajar mengatakan sanadnya lemah. Sementara riwayat Ahmad dalam az-Zuhd dan ath-Thabarani dengan penambahan “Mereka berdua berpuasa Ramadhan di Baitul Maqdis.” Ibnu Hajar mengatakan sanadnya hasan.

.

Dalam “Musnad Abu Usamah” diterangkan, “Nabi Khidhir di samudra dan Nabi Ilyas di daratan, mereka bertemu tiap malam di samping tembok yang dibuat Dzul Qarnain.” (Syawahid al-Haq, hlm. 200 tentang 4 hadits yang dibawakan Ibnul Jauzi)

Al-Hafizh al-Munawi mengatakan bahwa hadits tentang ini dha‘if, akan tetapi menjadi kuat (hasan) karena banyaknya riwayat dengan lafazh yang berbeda-beda termasuk dalam al-Mustadrak. Kesimpulannya, hadits-hadits di atas adalah hasan atau shahih bukan lagi dha‘if. (Faidh al-Qadir juz 3 hlm. 618-619.)

.

Syaikh Yusuf an-Nabhani mengatakan: “Keterangan bahwa Nabi Khidhir masih hidup adalah sudah menjadi ketetapan para wali dan didukung oleh para ahli fiqh, ahli ushul dan hampir mayoritas ahli hadits, begitulah yang dikatakan oleh Syaikh Abu ‘Amr bin ash-Shalah yang dinukil oleh an-Nawawi dan menyetujuinya.” (Syawahid al-Haq, hlm. 198-200)

.

Beliau menambahkan, sejumlah masyayikh besar bahkan tak terhitung jumlahnya, ada yang pernah berkumpul satu majelis dengan Nabi Khidhir. Izzuddin bin Abdissalam saat ditanya apakah Nabi Khidhir masih hidup, beliau mengatakan: “Demi Allah, tujuh puluh para shiddiqin mengabarkan bahwa mereka melihat Nabi Khidhir dengan mata kepala mereka.”

.

Masih kata Yusuf an-Nabhani: “Demi Allah, telah mengabarkan kepadaku tidak hanya satu waliyullah, bahwa mereka pernah berkumpul dengan Nabi Khidhir. Bahkan demi Allah, para auliya’ mengabarkan kepadaku bahwa aku pernah berkumpul satu majelis dengan Nabi Khidhir dan bertanya sesuatu kepadaku dan aku menjawabnya, namun aku tidak mengenalnya karena orang yang dapat mengenalnya hanyalah orang yang mempunyai nur (cahaya keimanan). Keterangan ini disampaikan karena Ibnul Jauzi ingkar terhadap masih hidupnya Nabi Khidhir serta berselisih pendapat dengan para wali yang shiddiqin”.

Menurut al-Yafi‘i, keterangan yang diberikan Ibnul Jauzi dengan menyampaikan hadits-hadits tentang masih hidupnya Nabi Khidhir adalah saling bertentangan. Beliau ingkar tapi anehnya juga meriwayatkan 4 hadits muttashil yang menerangkan tentang masih hidupnya Nabi Khidhir (Ibid. hlm. 200 dan Fatawi Haditsiyyah hlm. 218.)

.

 Di antara ulama yang mengatakan Nabi Hidhir masih hidup adalah:

1. As-Suyuthi dalam Khasha’ish

2. Wahb bin al-Munabbih dalam al-Mubtada’

3. Al-Khazin dalam tafsirnya

4. Imam An-Nawawi

5. Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawi Haditsiyyah

6. Al-Hafizh Ibnu Hajar

7. Ash-Shafuri dalam Nuzhatul Majalis

8. Imam Nawawi Banten dalam Nur azh-Zhalam. Beliau mengatakan masalah Nabi Khidhir masih hidup diperselisihkan ulama namun pendapat yang bisa dipegang adalah Nabi Khidhir masih hidup.

9. Dan lain-lain.

.

 Bukti bahwa Nabi Khidhir masih hidup adalah:

1. Sayyidina Ali yang melihat Nabi Khidhir berada di Ka’bah. (Inayatul Muftaqir hlm. 52)

2. Al-Mursyi, murid Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili mengatakan: “Nabi Khidhir masih hidup, dan aku benar-benar telah bersalaman dengan tanganku ini. Pernah suatu hari Nabi Khidhir As. mendatangiku dan beliau mengenalkan diri dan aku minta supaya diberi tahu tentang arwah-arwah orang muslim, apakah disiksa atau diberi nikmat? Andai datang kepadaku seribu ahli fikih dan mendebatku bahwa Nabi Khidhir telah wafat, maka aku tidak akan mengikuti pendapat mereka.” (Al-Madrasah asy-Syadziliyyah hlm. 186)

3. Abul Hasan asy-Syadzili yang bertemu Nabi Khidhir di padang Aidzab. (An-Nafahat asy-Syadziliyyah hlm. 280.)

4. ‘Umar bin Sinan mengatakan: “Kami berpapasan dengan Ibrahim al-Khawwash, aku berkata kepadanya: ‘Ceritakanlah kepada kami hal yang paling menakjubkan yang engkau lihat dalam perjalananmu!’ Ibrahim menjawab: ‘Aku bertemu dengan Nabi Khidhir As. dan minta untuk menemaniku dalam perjalanan, lalu aku khawatir malah merusak sifat tawakalku (kepada Allah) dengan merasa nyaman bersama dia, maka kemudian aku berpisah dengannya.” (Risalah al-Qusyairiyyah hlm. 166. )

5. Bisyr al-Hafi menceritakan: “Aku mendengar Bilal al-Khawwash berkata: ‘Satu waktu aku berada di Padang Tih Bani Isra’il. Tiba-tiba seorang laki-laki menemaniku berjalan, dan aku keheranan. Kemudian aku diberi ilham oleh Allah bahwa laki-laki tersebut adalah Nabi Khidhir As. Kemudian aku bertanya kepada laki-laki tesebut: ‘Demi kebenaran Allah yang haq siapakah saudara?’ Laki-laki tersebut menjawab: ‘Aku saudaramu, Khidhir.’ Lalu aku katakan: ‘Aku bermaksud bertanya kepadamu?’ ‘Bertanyalah!’ jawab Khidhir. Lalu Bilal bertanya: ‘Bagaimana pendapat engkau tentang asy-Syafi’i ra.?’ Khidhir menjawab: ‘Dia laki-laki yang shiddiq …’” (Ibid. hlm. 405.)

.

Referensi:

‘Inayatul Muftaqir karya Syaikh Muhammad Mahfuzh Termas

Al-Ishabah karya al-Hafizh Ibnu Hajar

Risalah al-Qusyairiyyah

An-Nafahat asy-Syadziliyyah

Inayatul Muftaqir

Faidh al-Qadir

Fatawi Haditsiyyah

Syawahid al-Haq

Al-Madrasah asy-Syadziliyyah

Sabtu, 01 November 2025

Hubabah Syarifah Annisa binti Yusuf bin Abu Bakar Al-Haddad

 🌿 Hubabah Syarifah Annisa binti Yusuf bin Abu Bakar Al-Haddad 🌿



Merupakan salah satu dzurriyah (keturunan) dari Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, pengarang Ratibul Haddad yang masyhur di kalangan umat Islam, khususnya di pondok-pondok pesantren dan para ahli thariqah.


Beliau dikenal sebagai sosok wanita sholihah, ahli dzikir, ahli ibadah, dan dikaruniai umur yang panjang.

Pada 17 Ramadhan 1445 H, beliau telah berusia 108 tahun.

Banyak ulama dan tokoh datang berkunjung untuk bertabarruk (mengharap keberkahan dan doa dari hamba Allah yang dekat dengan-Nya).


Habib Novel bin Muhammad Alaydrus pernah menceritakan, bahwa Hubabah adalah wanita yang semalam suntuk tidak pernah tidur.

Rutinitasnya diisi dengan ribuan dzikir dan sholawat, membaca ribuan surat Al-Ikhlas sebanyak biji-biji kelengkeng, salak, dan kurma yang ia miliki.


Beliau juga sering menghatamkan Al-Qur’an setiap 3 hingga 5 hari sekali.

Ketika malam tiba, beliau bangun untuk shalat tahajjud, lalu mendoakan anak, cucu, cicit, bahkan orang-orang yang meminta doa kepadanya satu per satu, lengkap dengan menyebut nama mereka.

Setelah subuh, beliau kembali berdzikir hingga terbit matahari, baru kemudian beristirahat.


Yang menakjubkan, amalan dan ibadah semalam penuh itu tetap istiqamah beliau lakukan hingga kini.


Semoga Allah memanjangkan umur beliau dalam kesehatan, dan menjadikan kita mampu meneladani semangat ibadah serta kecintaan beliau kepada dzikir dan Al-Qur’an 🤍


#HabibahSholehah #DzurriyahAlHaddad #RatibulHaddad #HubabahSyarifahAnnisa #Ahlullah #IbadahIstiqomah #UlamaWanita

Jumat, 29 Agustus 2025

Contoh promp modul ajar deep learning

 Nama saya: ……….guru mata pelajaran……SMA………………, mengajar kelas …... Buatkan saya Rencana Kegiatan Pembelajaran Mendalam (RPPM) untuk fase……..kelas ….semester………… mata Pelajaran ….. Materi ……….dengan Tujuan Pembelajaran……………………………….

Model pembelajaran yang dipakai adalah…………………… dengan Metode ……………. dan Presentasi. Dalam kegiatan awal diisi dengan salam dan apersepsi. Pada kegiatan Inti berisi sintaks model pembelajaran ………………. Tambahkan icebreaking di akhir sintaks sebagai apresiasi atas usaha peserta didik sedangkan pada kegiatan penutup berisi refleksi.  Kegiatan awal, inti dan penutup dibuat dalam bentuk table dengan distribusi alokasi waktu setiap kegiatan awal, inti dan penutup. 

Tambahkan lembar kerja Peserta Didik (LKPD) dan rubrik  penilaiannya. Pembelajaran untuk  …………… kali pertemuan dengan masing-masing pertemuan selama …………….x ………. menit. Dalam setiap pertemuan, rincikan tujuan pembelajarannya masing-masing.

Buatkan urutan RPP tersebut  sesuai  Komponen perencanaan pembelajaran dengan urutan: 

I. Identifikasi (a. Kesiapan Peserta Didik, B. Karakteristik Materi Pelajaran, C. Dimensi Profil Lulusan). 

II. Desain Pembelajaran (a. Capaian Pembelajaran, b. Topik Pembelajaran, c. Lintas disiplin ilmu, d. Tujuan Pembelajaran, e. kerangka pembelajaran yang terdiri dari model pembelajaran dan metode pembelajaran, f. kemitraan pembelajaran, g. lingkungan pembelajaran dan h. pemanfaatan digital). 

III. Pengalaman Belajar Memahami, mengaplikasi dan merefleksi dengan prinsip pembelajaran mindful, meaningful dan joyful learning ada pada setiap sintaks. Masukkan pengalaman belajar dan prinsip pembelajaran tersebut ke masing-masing sintaks dengan tanda dalam kurung.

IV. Asesmen (asesmen awal, asesmen proses dan asesmen akhir pembelajaran). 

V. Tambahkan juga bahan ajar secara rinci untuk setiap pertemuan

VI. Tambakan LKPD  dengan judul, tujuan, langkah kerja dan pertanyaan diskusi setiap pertemuan.

Senin, 24 Juni 2024

BAGIAN ANATOMI PADA SEBILAH KERIS

 BAGIAN ANATOMI PADA SEBILAH KERIS



BAGIAN ANATOMI PADA SEBILAH KERIS :

1. ⚔️ Pesi: Tangkai bilah yang dimasukkan ke dalam hulu (pegangan).
2. 🌱 Gonjo: Bagian dasar atau pangkal bilah yang terletak di antara pesi dan bilah utama.
3. 🛡️ Ganja: Bagian tambahan di atas gonjo yang melindungi pangkal keris.
4. 🌀 Sorsoran: Bagian bilah yang paling dekat dengan gonjo.
5. ⚔️ Bilah: Bagian utama keris yang tajam dan memanjang.
6. ✨ Pamor: Pola pada bilah yang dihasilkan dari pengelasan dan penempaan berbagai jenis logam.
7. 🌟 Gandik: Bagian depan bilah yang biasanya agak menonjol dekat pangkal bilah.
8. 🐘 Lambe Gajah: Bagian seperti bibir gajah yang menonjol di sisi depan bilah.
9. 🔮 Tikel Alis: Garis atau alur pada bilah yang memberikan kekuatan tambahan.
10. 🚨 Buntut Urang: Ujung bilah keris yang melengkung dan runcing.
11. 🌳 Kruwingan: Alur atau lekukan di sepanjang sisi bilah.
12. 🎨 Greneng: Ornamen atau hiasan pada bilah, sering di dekat pangkal.
13. 🌿 Sogokan: Alur atau lekukan pada bilah yang memanjang dari pangkal ke tengah bilah.
14. 🌀 Jalen: Bagian bilah yang melengkung atau bergelombang seperti jalen (anyaman bambu atau rotan).
15. 🌸 Kembang Kacang: Ornamen pada bagian gandik yang menyerupai bunga kacang.
16. 🌀 Sraweyan: Lekukan atau ornamen kecil pada bilah yang mirip dengan anyaman atau garis halus.
17. 🕊️ Gusen: Garis-garis pada bilah yang menguatkan struktur.
18. 🛡️ Bungkul: Bagian tonjolan kecil pada bilah yang menyerupai kelenjar.
19. 🌀 Lis lisan: Bagian bilah yang memiliki hiasan atau ornamen yang berkelok-kelok, mirip dengan lis-lisan



copied by Ali Alan EF EM

Catatan - BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH-Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan

  Herry Adi · Catatan Pengajian Malam Selasa Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai 07 Dzulqaidah 1446 H 05 Mei 2025 M                   ...

Translate