Rabu, 22 Juli 2020

SYEKH ARSYAD DAN LAILATUL QADAR

SYEKH ARSYAD DAN LAILATUL QADAR
================================

TEPAT 318 tahun yang lalu, sepasang suami istri dari Negeri Banjar yang bernama Abdullah dan Aminah, mendapati malam Lailatul Qadar, malam 21 Ramadhan 1121 H.

Keduanya melihat kayu dan batu sujud kepada Allah, air sungai membeku. Keduanya memohon kepada Allah SWT agar anak yang dikandung sang istri menjadi seorang yang alim lagi zahid.

Manakala sempurna masa hamilnya, lahirlah anak laki-laki pada malam Kamis jam 3 pagi tanggal 13 Shafar 1122 H. Anak itu diberi nama Muhammad Arsyad.

Anak ini sangat cerdas, di usia 8 tahun sudah terlihat bakatnya, beda dengan anak-anak seusianya, ia pandai melukis. 

Saat itu kebetulan Raja Banjar Sultan Tahmidullah bin Sultan Tamjidillah sedang berkeliling negeri. Ia terhenti kagum ketika melihat lukisan indah yang dibuat seorang anak kecil.

Sultan pun meminta izin pada orang tuanya agar ia tinggal di istana, dididik dan diajari oleh pihak kerajaan. Raja menjanjikan dirinya ketika dewasa nanti untuk berangkat memperdalam ilmu agama Islam di Makkah Mukarramah.

Suatu malam, Muhammad Arsyad kecil tidur di istana bersama para menteri. Aneh tapi nyata,  seorang menteri terbangun, dan melihat jasad Muhammad Arsyad terangkat dari tepat tidurnya sekitar satu hasta. Menteri pun langsung memegang anak ini.

Arsyad terbangun lalu menangis. Ketika ditanya oleh menteri apa sebab menangis? Anak ini menjawab bahwa ia bermimpi seorang lelaki yang membawanya naik ke langit. Ketika menteri memegangnya, ia pun terjaga.

Anak ini dikirim raja ke Makkah ketika berusia 30 tahun. Ia menimba ilmu di Makkah selama 30 tahun, menguasai semua disiplin ilmu, hingga diberikan izin oleh gurunya Syekh Athaillah untuk mengajar dan berfatwa di Masjidil Haram.

Dari Makkah, ia berangkat ke Madinah, menimba ilmu kurang lebih 5 tahun, berguru dengan Syekh Muhammad Samman al-Madani (Muassis Tarekat Sammaniyah). Syekh Samman ini murid dari Syekh Sulaiman al-Kurdi (ulama besar fiqh abad 12 H).

Syekh Arsyad meminta izin kepada Syekh Samman untuk ikut hadir di majlis Syekh al-Kurdi. Beliau pun diizinkan Syekh Samman.

Suatu ketika, Syekh al-Kurdi menemukan persoalan yang dianggap pelik, kemudian ia memberikan kesempatan kepada semua muridnya agar menjawabnya. Tapi tak ada yang menjawab. Hingga kemudian, datang sepucuk ke hadapan Syekh al-Kurdi, yang tak lain adalah jawaban atas persoalan tersebut. 

Maka Syekh al-Kurdi bertanya siapa yang menulis surat itu, maka dijawab para santri tidak tahu, tapi didapat dari belakang, setelah ditanya terus ke belakang shaf, ternyata yang menjawab adalah Syekh Muhammad Arsyad, seorang santri baru di majlis itu.

Al-Kurdi bertanya kepada santri yang menjawab ini, "min aina anta?", lalu dijawab olehnya, "ana min Banjar". Kemudian ditetapkan oleh al-Kurdi, Anta Banjari. Beliau lah yang kita kenal Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.

Al-Kurdi kemudian meminta kepada para santri agar mencium tangan Syekh Arsyad, dan menyatakan bahwa Syekh Arsyad adalah muridnya yang paling alim. Setelah kejadian ini, Syekh Arsyad diminta al-Kurdi untuk duduk di depan dalam majlisnya.

Kembali ke Lailatul Qadar. Ketika bertemu Lailatul Qadar, Syekh Arsyad meminta agar diberikan dzuriat yang alim lagi sholeh hingga tujuh turunan.

Dalam karya monumentalnya, Sabilal Muhtadin, beliau mengutip pendapat Imam Syafi'i bahwa di sepuluh malam terakhir hendaklah i'tikaf memperbanyak ibadah, sedekah, dan membaca Alquran. 

Dan di siang harinya mengisi berbagai ibadah dengan penuh keikhlasan dan sungguh-sungguh, karena malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Hadis Nabi, siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan ibadah karena iman dan mengharap keridhoan Allah, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud, dari Abu Hurairah).

Aisyah istri Rasulullah SAW bertanya, wahai Rasul, bila aku menemui Lailatul Qadar, doa apa yang mestinya aku panjatkan? Rasul menjawab: Allahumma innaka 'afuwwun karim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni. (HR. Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Di antara tanda-tanda lailatul qadar yang disebutkan dalam Sabilal Muhtadin, antara lain: malam itu tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, dan pada keesokan harinya matahari terbit warnanya putih bersih, tidak banyak mengelurkan cahaya karena banyaknya para malaikat yang turun dan naik ke langit, karena itu cahaya matahari terlindung dengan sayap malaikat dan dengan tubuhnya yang halus, dan tidak diketahui malam lailatul qadar melainkan orang yang tahu tentang ciri malam Lailatul Qadar.

Wallahu a'lam.

Dikutip dari Sabilal Muhtadin karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dan Syajaratul Arsyadiyah karya Syekh Abdurrahman Shiddiq.

Semoga berkat Waliyyullah Syeikhuna Muhammad Arsyad A-Banjari, ibadah kita diterima Allah Ta'ala serta kita termasuk yang di Rahmati dan di Ridhoi Allah Ta'ala... Aamiin

Jumat, 17 Juli 2020

JANGAN SIA-SIAKAN UMURMU

JANGAN SIA-SIAKAN UMURMU

Waktu terus berjalan, sementara jatah hidup semakin berkurang.

‏ثلاث ضيوف يأتون بلا موعد: الرزق و القدر و الموت. 

Ada 3 Tamu yg datang tanpa membuat kanji dulu: Rezeki, Takdir, dan Kematian.

اللهم اجعل رزقنا حلالا، واجعل قدرنا جميلا، ولا تأخذنا إليك إلا وأنت راض عنا

Ya ALLAH jadikanlah bagi kami Rezeki yang Halal, Takdir yang indah, dan Wafatkan kami dalam Keridhaan-MU

Bersiaplah Kenikmatanmu Akan Ditarik Bila Tak Bersyukur

Bersiaplah Kenikmatanmu Akan Ditarik Bila Tak Bersyukur


Ketahuilah bahwa manusia tidak mampu menghitung nikmat Allah karena begitu banyaknya. Lalu setelahnya Allah sebutkan bahwa Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ini menunjukkan atas kekurangan manusia dalam bersyukur terhadap nikmat-nikmat tersebut. Namun Allah masih mengampuni siapa saja yang bertaubat pada-Nya. Allah akan mengampuni setiap orang yang memiliki kekurangan dalam bersyukur terhadap nikmat. Hal ini diisyaratkan pula dalam ayat,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34). Setiap nikmat memang dari Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat lainnya dari surat An Nahl,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl : 53). (Lihat Adhwaul Bayan, 3: 231).

Allah Ta'ala Berfirman:

“Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras.” (QS. Ibrahim : 7).

Ucapkanlah selalu ALHAMDULILLAH

https://www.facebook.com/452935494730426/posts/3413244485366164/

Senin, 25 Mei 2020

AMALAN RUMAH TANGGA SAMAWA

AMALAN RUMAH TANGGA SAMAWA

*قراءة سورةالاخلاص 3 مرات عند دخول المنزل تنفي الفقر عن اهل المنزل وعن الجيران* 

Membaca surat Al_ikhlash 3x ketika masuk rumah, bisa menghilangkan kefakiran bagi penghuni rumah dan tetangganya.

*قراءة اية الكرسي عند دخول المنزل  تورث الالفة بين اهل المنزل.*

Membaca Ayat kursi ketika masuk rumah, bisa melahirkan rasa kasih sayang diantara penghuni rumah.

*فمن اراد ان يكون في بيته الالفة والرزق فلا يترك اية الكرسي والاخلاص كلما دخل منزله.*

Barang siapa yang menginginkan rumahnya penuh dengan kasih sayang dan rizki yang melimpah, Maka jangan pernah lupa untuk membaca ayat kursi dan surat Al_ikhlash setiap masuk rumah.

(Habib Umar bin Hafidz)

Sabtu, 23 Mei 2020

KEBERKAHAN SHALAWAT ATAS NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM SAMPAI PADA ANAK CUCU

KEBERKAHAN SHALAWAT ATAS NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM SAMPAI PADA ANAK CUCU

 ومنها:أن بركتها وفائدتها تدرك الرجل وولده وولد ولده،

وجاء بسند ضعيف عن حذيفة رضي الله تعالى عنه قال:)
الصلوة على النبي صلى الله عليه وسلم تدرك الرجل،وولده وولد ولده)وفي مسند احمد "لتدرك"

كتاب الدورالمنضوض ج١ص ١٧٨
كتاب سعادة الدارين ج١ص٣٩

Sholawat nabi faidah dan keberkahannya
Disamping ia sendiri yg membaca juga akan sampai pada anak dan cucunya.

Telah datang hadits dngn sanad yg dhoif dari khuzaifah R,A berkata:
Membaca shalawat atas nabi muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu keberkahanx akan sampai pada anak cucu

Dan di hari jum'at adalah waktu yg dianjurkan untuk memperbanyak baca sholawat bahkan lbh utama dari membaca Al-qur'an.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Kitab:Ad duurul Mandluud juz 1 hal 178
Kitab :Sa'aadatut Daaroin juz 1 hal 39

Jumat, 22 Mei 2020

KETUPAT DENGAN ANYAMAN LEBIH SEHAT

KETUPAT DENGAN ANYAMAN LEBIH SEHAT
Cara Membuat Anyaman Ketupat

Salah satu daun (dalam hal ini yang berwarna hijau) dililitkan di tangan kiri sebanyak 3 kali, sedangkan daun kuning dililitkan dengan arah berlawanan di tangan kanan, juga tiga kali.

Perhatikan penomeran yang saya berikan pada setiap lilitan, sesuai dengan urutannya, mulai dari lilitan 1 sampai lilitan 6.

Kemudian lilitan 6 diselipkan di atas lilitan 3, di bawah lilitan 2 dan akhirnya di atas lilitan 1.

Berikut lilitan 5 diselipkan di bawah lilitan 3, di atas lilitan 2 dan di bawah lilitan 1

Terakhir lilitan 4 diselipkan di atas lilitan 3, di bawah lilitan 2 dan di atas lilitan 1.

Sekarang perhatikan salah satu pinggir hasil anyaman.

Ujung pangkal dalam hal ini yang berwarna hijau, disisipkan satu langkah ke depan.

Kemudian ujung pucuk putih dibelokkan kembali mengelilingi ujung pangkal hijau sebanyak dua langkah hingga berada pada posisi yang berseberangan dengan ujung pangkal hijau.

Gambar di atas lebih jelas menggambarkan cara penganyamannya.

Setelah itu lakukan hal yang sama dengan ujung pangkal kuning dan ujung pucuk hijau pada pinggir yang berseberangan.

Kencangkan anyaman-anyaman yang masih longgar dengan menariknya bagian demi bagian ke arah ujung pucuk, hingga terbentuk ketupat sayur

Mugo mugo barokah, alfatihah.

Jaga imun dengan zikir yukkk 😍😍😍

Jaga imun dengan zikir yukkk 😍😍😍




Catatan - BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH-Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan

  Herry Adi · Catatan Pengajian Malam Selasa Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai 07 Dzulqaidah 1446 H 05 Mei 2025 M                   ...

Translate