Jumat, 19 Maret 2021

ICE CREAM

 Di save aja,dulu.biar ngk hilang resep nya...๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Škesukaan saya๐Ÿ˜Š



ICE CREAM๐Ÿฆ๐Ÿง๐Ÿจ


Bahan² :

3 sachet susu kental manis

1 bungkus susu dancow

1 gelas gula pasir sesuai selera

3 gelas ukuran belimbing, air untuk memasak adonan

4 sdm maizena

Pasta buah untuk perasa 

( saya pake rasa durian, moka ,anggur, strawberry )

1 sdm sp di tim masuk kan dalam keadaan cair 


Cara Membuat :


๐Ÿพ Susu gula tepung maizena air 3 gelas ukuran belimbing di masak sampe meletup, 

Lalu angkat dingin kan, 

Setelah dingin masuk kan adonan es cream ke frizer setengah beku, 

Lalu keluarkan dari frizer hancur kan seperti bubur.


๐Ÿพ Setelah itu masukkan sp yang di tim dalam keadaan cair lalu mix 10-15 menit sampe lembut, 

Lalu bagi beberapa bagian beri perasa sesuai selera.


๐Ÿพ Kalo saya yang rasa coklat pake good day, strawberry pake pasta yang putih pake pasta vanilla, 

Lalu masuk kan ke frizer lagi, selesai.


Dah siap di nikmati ๐Ÿ˜€


Selamat_Mencoba ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

copas Rina Zakky Fikri


#resepmasakan 

#starbillion 

#marketerUM

#resellerukhtimunira

Selasa, 16 Maret 2021

Obat alami untuk meredakan Penyakit Biduran

Obat alami untuk meredakan Penyakit Biduran


1. Buah Asam serta Temulawak

Siapkan buah asam, 15 gr temulawak, serta gula aren. Rebus semuanya bahan tersebut kedalam 2 gelas air sampai tersisa setengahnya. Biarlah dingin, lalu saring. Minum ramuan ini untuk menyembuhkan biduran anda. Anda bisa menambahkan madu untuk menambah rasa lezat.

2. Bawang Merah serta Daun Kelor

Sediakan bahan berupa 3 lembar daun kelor, sebutir bawang merah, serta 2 gr pulosari. Rebus bahan-bahan tersebut kedalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas saja. Sesudah disaring, minum ramuan ini 2 kali dalam sehari.

3. Kunyit serta Sambiloto

Sediakan bahan-bahan berupa 10 gr sambiloto, 20 gr kunyit, 30 gr daun kelor, 1 sdm adas, 3 butir bawang merah. Tumbuk sampai halus semua bahan tadi sesudah anda mencucinya. Rebus kedalam 600 cc air hingga tersisa sepertiga bagian. Sesudah disaring serta dingin, anda dapat minum ramuan ini sebanyak 3 kali sehari.

4. Obat alami mengobati biduran menggunakan Daun Jombang

Rebus 30 gr daun Jombang kedalam 400 cc air sampai tersisa setengahnya. Minum ramuan ini selagi hangat.

5. Akar Rosa Multifona Thumb

Rebus akar tumbuhan tersebut kedalam 400 cc air sampai tersisa setengahnya. Sesudah disaring, minum ramuan alami ini setiap pagi serta sore hari.

6. Minyak Kayu Putih serta Zaitun

Siapkan minyak kayu putih, minyak zaitun, serta menthol Kristal masing-masing sejumlah 1 sdm. Aduk semua bahan hingga rata. Gosokkan pada kulit anda untuk menyembuhkan biduran.

7. Jahe serta Cuka Beras Hitam

Sediakan bahan berupa 100 cc Cuka Beras hitam, 30 gr jahe, serta gula merah. Tumbuk dahulu jahe sampai halus, lalu rebus bersama yang lain ke dalam air. Setelah dingin, minum ramuan tradisional ini sejumlah 2 kali dalam satu hari.

8. Menyembuhkan biduran menggunakan Leunca

Cuci tanaman leunca yang sudah dibuang akarnya, lalu tumbuk. Oleskan pada kulit sampai warna leunca jadi hijau. Lakukan sejumlah 3 kali dalam sehari untuk mengobati biduran anda.

9. Mengobati biduran dengan Daun Sirih

Sediakan daun sirih serta ketepeng, masing-masing sejumlah 20 lembar. Rebus lalu saring. Minum untuk mengobati biduran secara alami. Selain menyembuhkan biduran, daun sirih dapat juga digunakan untuk menyingkirkan bau badan secara alami.

Demikian cara menyembuhkan Biduran menggunakan bahan alami. Pilih salah satu cara termudah yang bisa anda lakukan. Simak selalu artikel kesehatan serta tips penting yang lain.

Selasa, 09 Maret 2021

CARA PENGAJUAN SKMT DAN SKBK OLEH GURU MADRASAH DI SIMPATIKA

Pengajuan SKMT-SKBK oleh Guru Madrasah dari Madrasah Induk Negeri (Satminkal Negeri)


Berikut panduan singkat Cetak Ajuan Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) : 

    1. Login sebagai PTK/Admin pada layanan http://simpatika.kemenag.go.id/ 


    2. Pilih layanan SIMPATIKA PTK



    3. Pada dasbor PTK, pilih menu SKBK & SKMT, akan ditampilkan halaman Ajuan & Pengesahan SKMT Anda.
    4. Untuk melihat Rekap Perhitungan Kelayakan Tunjangan Anda, klik pada madrasah/sekolah tempat Anda bertugas.

    5. Akan ditampilkan halaman Rekap Perhitungan Kelayakan Tunjangan Anda, klik OK untuk kembali. 

    6. Selanjutnya, klik tombol Cetak Surat untuk mencetak SURAT KETERANGAN MELAKSANAKAN TUGAS PEMBELAJARAN/BIMBINGAN DAN TUGAS TERTENTU (SKMT).

    7. Pada dialog baru yang muncul, klik tombol Cetak Surat Ajuan.

    8. Silakan Cetak Surat Ajuan dan serahkan ke Kepala Madrasah/Sekolah yang tertera di masing-masing surat. Berikut contoh surat SKMT yang akan dicetak.

    9. Jika Anda juga bertugas pada sekolah non induk naungan Kemendikbud, serahkan surat FORMULIR PENILAIAN KINERJA GURU UNTUK SKMT TAMBAHAN (PENUNJANG S29) yang telah Anda cetak tersebut kepada kepala sekolah non induk yang bersangkutan untuk meminta penilaian dan persetujuan.

Minggu, 28 Februari 2021

TAHUKAH PIAN ? KENAPA KITA SULIT KAYA & BAHAGIA.? Menurut Syekh Az Zarnuji

TAHUKAH PIAN ? KENAPA KITA SULIT KAYA & BAHAGIA.? Menurut Syekh Az Zarnuji



dlm kitab:' TA'LIMUL MUTA'ALIM' ADA 34 SEBAB YANG MENYEBABKAN KITA FAQIR/MISKIN & SLALU SIAL DALAM SEGALA HAL:


1. Bersetubuh dalam keadaan telanjang tanpa ditutupi sehelai benang.

2. Tidur dlm keadaan telajang/polos.

3. Kencing dlm keadaan berdiri & telanjang.

4. Makan dlm keadaan junub (blm mandi wajib)

5. Makan sambil tiduran.

6. Tidak menghabiskan sisa2 butir nasi dipiring

7. Membakar kulit bawang merah & putih.

8. Menyapu lantai dengan sapu tangan.

9. Menyapu rumah di malam hari.

10. Membiarkan sampah menumpuk dirmh.

11. Memanggil orangtua dgn nama keduanya.

12. Mencongkel disela2 gigi dengan benda kasar/keras.

13. Makan diberanda/Gagang pintu.

14. Tidur di waktu Shubuh/Pagi Hari.

15. Sering Menginjak pada kaki gawang pintu.

16. Sering Berwudhu’ di WC.

17. Menjahit pakaian yang sedang dipakai.

18. Sering mengeringkan Air wudhu yang ada ditubuh dgn kain ( biarkan air wudhu yg ada ditubuh kering dgn sendirinya).

19. Membiarkan sarang laba-laba dirumah.

20. Melalaikan/Menunda shalat.

21. Buru Buru keluar dari Mesjid sesudah shalat subuh.

22. Pergi ke pasar di pagi buta.

23. Sering Berlama-lama di pasar.

24. Meminta kembali sesuatu yang sdh disedekahkan kpd fakir miskin ( jar orang banjar tu: Buruk sakuan๐Ÿ˜€).

25. Berdoa keburukan kepada anak.

26. Mematikan lampu (lilin) dgn cara meniup.

27. Menulis dengan pena rusak.

28. Menyisir rambut dengan sisir rusak/patah.

29. Tdk mau berdoa dgn kebaikan bagi ortu.

30. Memakai celana sambil berdiri.

31. Bersikap kikir.

32. Terlalu hemat.

33. Berlebihan dlm belanja yang tdk penting.

34. Suka menunda & meremehkan pekerjaan.


{ Sumber : Kitab Ta’lim Muta'alim Hal: 43-44 ,Karangan syekh Az Zarnuji }


Yg gak percaya Silahkan, tapi gak usah nyinyir

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3522224277793858&id=100000189603639


Rabu, 03 Februari 2021

Info Simpatika Genap 2020_2021

 #InfoSimpatikaGenap2020_2021

Sebagaimana telah dimulainya kalender akademik Semester Genap TP 2020/2021, maka tahapan pendataan Simpatika Periode semester genap sudah dimulai.


Saat ini menu keaktifan PTK sudah aktif, silakan login di akun PTK masing-masing untuk mengaktifkan portofolio Anda sebelum mencetak Kartu Digital PTK Anda agar terdaftar aktif di Simpatika untuk Periode Semester Genap 2020-2021.

Sebelum menyelesaikan sampai ketahap Verval S25 (Keaktifan Kolektif), cetak SKMT & SKBK serta SKAPT berikut beberapa hal yg harus dilakukan oleh Guru dan Kepala Madrasah dalam melakukan pemutakhiran (update) data.


Update data di sini meliputi yang harus dikerjakan oleh masing-masing PTK, seperti:

Keaktifan Diri dan Cetak Kartu GTK (wajib)

Update Biodata PTK (jika ada)

Mutasi Madrasah Induk PTK (jika ada)

Alih Fungsi PTK dari Tenaga Pendidik menjadi Pendidik atau sebaliknya (jika ada)

Pengajuan Sekolah Non Induk (jika ada)

Registrasi PTK Baru (jika ada)

Update data yang dilakukan oleh Kepala Madrasah atau Operator Madrasah, meliputi:

Mengisi Jadwal Kelas Mingguan

Mengangkat Wali Kelas

Mengangkat Pejabat Madrasah atau tugas tambahan (seperti Wakil Kepala Madrasah, Kepala Laboratorium, Kepala Perpustakaan, dll, jika diperlukan)

Update data siswa dan rombel (jika ada perubahan data)

Melakukan Persetujuan Registrasi PTK Baru (jika ada)

Melakukan Persetujuan Pengajuan Sekolah Non Induk (jika ada)

Melakukan Non Aktif PTK (jika ada)


Sabtu, 30 Januari 2021

DZIKIR SHALAWAT SETIAP HARI JUM'AT SETELAH SHALAT ASHAR

DZIKIR SHALAWAT SETIAP HARI JUM'AT SETELAH SHALAT ASHAR

Mlll

Oleh : Al-Habib Umar bin Hafidz


Membaca :


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ุนุจุฏูƒ ูˆ ุฑุณูˆู„ูƒ ุงู„ู†ุจูŠ ุงู„ุฃู…ูŠ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ูˆ ุณู„ู… ุชุณู„ูŠู…ุง (80x) / (100x)

Kitab Khulashah Al-Madad An-Nabawi fii Awraadi Aali Ba'Alwi


Dari Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ุงู„ْุจَุฎِูŠู„ُ ู…َู†ْ ุฐُูƒِุฑْุชُ ุนِู†ْุฏَู‡ُ، ุซُู…َّ ู„َู…ْ ูŠُุตَู„ِّ ุนَู„َูŠَّ 

“Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bershalawat untukku.” (HR. Ahmad)

_

SEMOGA BERMANFAAT

Sabtu, 23 Januari 2021

ANAK-ANAK YANG MATI RASA


 ANAK-ANAK YANG MATI RASA


Oleh : M.Fauzil Adhim

Kelak akan tiba masanya, seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, orangtua berpayah-payah mendidik anak, tetapi anaknya memperlakukan emaknya seperti tuan memperlakukan budaknya. Dan aku takut peristiwa itu akan terjadi di masa ini, masa ketika anak-anak tak mengenal pekerjaan rumah-tangga, dan pesantren maupun sekolah-sekolah berasrama lainnya tak lagi menjadi tempat bagi anak untuk belajar tentang kehidupan. 

Anak-anak itu belajar, tetapi hanya mengisi otaknya dari pengetahuan yang dapat diperoleh dari text book dan google. Sementara tangannya bersih tak pernah mencuci maupun melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik lainnya, sehingga empati itu mati sebelum berkembang. Tak tergerak hatinya bahkan di saat melihat emaknya kesulitan bernafas seumpama orang hampir mati disebabkan ketuaan atau sakitnya kambuh, tetapi anak tak bergeming membantunya. Apalagi berupaya melakukan yang lebih dari itu.

Aku termangu mengingat nasehat Rasulullah Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam mengenai tanda-tanda hari kiamat, salah satunya dari hadis panjang yang kali ini kita nukil ringkasnya:
.
ุณَุฃُุฎْุจِุฑُูƒَ ุนَู†ْ ุฃَุดْุฑَุงุทِู‡َุง: ุฅِุฐَุง ูˆَู„َุฏَุชِ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ุฑَุจَّุชَู‡َุง
.
_Aku akan memberitahukan kepadamu tanda-tandanya; jika seorang (sahaya) wanita melahirkan tuannya.” (Muttafaqun ‘Alaih)_
.
.
Ibunya bukanlah seorang budak. Bukan. Ibunya orang merdeka. Tetapi anak-anak itu tak tersentuh hatinya untuk cepat tanggap membantu ibunya. Padahal membantu saat diminta adalah takaran minimal bakti kepada orangtua. Takaran di atas itu, tanpa diminta pun ia sudah tergerak membantu. Dan di atasnya lagi masih bertingkat-tingkat kebaikan maupun kepekaan seorang anak tentang kebaikan apa yang sepatutnya ia perbuat terhadap kedua orangtuanya.

Ada yang perlu kita renungi. Ada airmata yang perlu mengalir, menadahkan tangan mendo’akan anak-anak dan keturunan kita, menangisi dosa-dosa, berusaha memperbaiki diri dan tetap tidak meninggalkan nasehat bagi anak kita karena ini adalah haknya. Nasehat. Ia adalah kewajiban kita untuk memberikannya meskipun mereka tak memintanya. Kitalah yang harus tahu kapan saat tepat memberikan nasehat sebab semakin memerlukan nasehat, justru kerapkali semakin merasa tak memerlukan nasehat.

Hari ini, betapa banyak anak yang di sekolah berasrama tak diajari mengurusi kehidupan pribadinya karena makanan siap saji setiap waktu makan, hanya perlu berbaris untuk mengambilnya. Sedangkan pakaian pun tak perlu ia menyempatkan waktu mengatur jadwal agar bersih saat mau digunakan, karena sudah ada laundry, sementara tugas sekolah tetap tertunaikan. Tidak terbengkalai. Maka di saat mereka pulang, kita perlu melatih tangan dan juga hatinya agar tanggap. Bukan menyerahkan begitu saja kepada pembantu. Tampaknya ini hanya urusan pekerjaan rumah-tangga yang sepele, tetapi di dalamnya ada kecakapan mengelola diri, mengatur waktu dan lebih penting lagi adalah empati.

Apakah tidak boleh kita menggembirakan mereka dengan sajian istimewa saat mereka pulang dari pesantren? Boleh. Sangat boleh. Tetapi hendaklah kita tidak merampas kesempatan mereka untuk belajar mengenal pekerjaan rumah-tangga, menghidupkan empati dan mengasah kepekaannya membantu orangtua. Liburan adalah saat tepat belajar kehidupan. Bukan saat untuk libur menjadi orang baik sehingga seluruh kebaikan yang telah biasa mereka jalani di sekolah, sirna saat liburan tiba. Mereka seperti raja untuk sementara, sebelum kembali ke penjara suci.

Diam-diam saya teringat, konon di sebuah sekolah bernama Eton College, semacam Muallimin di Inggris tempat anaknya raja maupun anak orang sangat kaya bersekolah, para siswa diharuskan mencuci dan menyeterika bajunya sendiri. Bukan bayar laundry. Ini bukan karena orangtua mereka fakir miskin. Bukan. Tetapi karena dalam urusan sederhana itu ada kebaikan yang sangat besar bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang, termasuk dalam hal kepemimpinan. Mereka menjadi lebih peka tentang apa yang seharusnya dilakukan saat menjadi pemimpin perusahaan, termasuk dalam mengelola waktu.

Apa yang dilakukan di Eton College sebenarnya bukan barang baru, tetapi saya merasa perlu menghadirkan kisah ini selintas hanya untuk menggambarkan betapa anak-anak memerlukan latihan untuk mengasah kepekaannya, menghidupkan empatinya dan meringankan langkahnya membantu orangtua. Mereka sangat perlu memiliki semua itu karena dua alasan. Pertama, ketiganya (kepekaan, empati dan kemauan untuk meringankan langkah) sangat mereka perlukan dalam menjalani kehidupan bersama orang lain, baik ketika berumah-tangga maupun berdakwah dan mengurusi ummat. Artinya, minimal semua itu mereka perlukan untuk meraih kehidupan rumah-tangga yang baik, tidak terkecuali dalam mendidik anak. Kedua, ketiganya mereka perlukan untuk dapat berbuat kebajikan bagi kedua orangtua (birrul walidain) dengan sebaik-baiknya. Dan birrul walidain merupakan salah satu kunci kebaikan yang dengan itu anak dapat berharap meraih ridha dan surga-Nya Allah ‘Azza wa Jalla.

Jadi, urusan terpentingnya bukan karena kita kewalahan lalu perlu bantuan mereka. Bukan. Bukan pula karena kita repot sehingga memerlukan kesediaan mereka untuk meringankan tugas-tugas kita. Tetapi hal terpenting dari melibatkan anak membantu pekerjaan di rumah dan tanggap terhadap orangtua justru untuk keselamatan dan kebaikan anak kita di masa-masa yang akan datang. Kejamlah orangtua yang tak melatih anaknya untuk berbakti kepadanya hanya karena merasa orangtua tak perlu menuntut anak membantunya. Ingatlah, kita latih, dorong dan suruh mereka agar cepat tanggap dan ringan membantu bukanlah terutama untuk meringankan beban orangtua, tetapi justru agar anak-anak kita memperoleh kemuliaan dan kebaikan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla dengan birrul walidain. Sekurang-kurangnya tidak menyebabkan mereka terjatuh pada perbuatan mendurhakai orangtua. Dan ini merupakan serendah-rendah ukuran.

Ada yang perlu kita khawatiri jika lalai menyiapkan mereka. Pertama, anak-anak merasa berbuat kebajikan kepada kedua orangtua, termasuk membantu pekerjaan di rumah, bukan sebagai tugasnya. Mereka tak membangkang, tetapi lalai terhadap apa yang sepatutnya mereka kerjakan. Ini merupakan akibat paling ringan. Kedua, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang durhaka kepada orangtua. Dan karena kedurhakaan itu bersebab kelalaian orangtua dalam mendidik, maka di Yaumil Qiyamah mereka menjatuhkan orangtua di mahkamah Allah ‘Azza wa Jalla sehingga justru orang yang merasakan azab akhirat. Ketiga, sebagaimana disebut dalam hadis di atas, anak-anak berkembang menjadi pribadi yang memperbudak orangtua, bahkan setelah mereka mempunyai anak. Na’udzubiLlahi min dzaalik.

Ada yang perlu kita renungkan tentang bagaimana kita mendidik anak-anak kita. Saatnya kita kembali kepada tuntunan agama ini, bertaqwa kepada-Nya dalam urusan mendidik anak dan berusaha menggali tentang apa saja yang harus kita bekalkan kepada mereka.

.
 
#Fatherhood Community
#Home Based Education
#Ayah Pendidik Peradaban

Catatan - BAB KE 13 KITAB RIYADHUS SHALIHAH-Tentang banyaknya jalan-jalan kebaikan

  Herry Adi · Catatan Pengajian Malam Selasa Majelis Ta'lim Nurul Muhibbin Barabai 07 Dzulqaidah 1446 H 05 Mei 2025 M                   ...

Translate